Pembagian BLT di Kecamatan Mengwi, Abiansemal dan Petang

Pembagian BLT di Kecamatan Mengwi, Abiansemal dan Petang

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Sekda Adi Arnawa memantau proses pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kecamatan Mengwi, Abiansemal dan Kecamatan Petang, Sabtu (31/7). Pemantauan ini guna memastikan BLT Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bersumber dari APBD tersalurkan dengan baik, dan sampai ke tangan masyarakat. Acara itu dihadiri Anggota DPRD, Made Ponda Wirawan, Anggota DPRD Komang Triani, Kadis Sosial Ketut Sudarsana, Camat Mengwi, Camat Abiansemal dan Camat Petang.

Bupati Giri Prasta mengatakan, 40 ribu lebih warga Kabupaten Badung sudah memiliki Rekening BPD Bali, sehingga yang mempunyai rekening ini langsung dipanggil untuk mendapatkan BLT. Melalui Quick Response Code (QR Code) semua masyarakat sudah terdata dan memiliki barcode. “Sehingga sisanya 73 ribu lebih yang belum mempunyai rekening kami sudah menyiapkan sistem QR Code. Sudah selesai kami cetak dan 2 hari kemudian akan kami berikan semua kepada kepala lingkungan/kelian dinas, sehingga nantinya akan dibawakan ke rumah masyarakat masing- masing dengan sistem Door to Door. Hal ini guna memudahkan proses pencairan BLT, sekaligus untuk menghindari terjadinya kerumunan masyarakat penerima bantuan. Dan ini tidak perlu lagi membuat administrasi,” jelasnya.

Tujuannya dari bantuan ini, semua pasti dapat dengan menerapkan Pancasila ke-5 ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’, semua insan sama dapat dan sama rasa. “Jadi yang beda jangan kita paksakan menjadi sama, yang sama jangan kita bedakan. Saya pastikan semua masyarakat dapat BLT dan jangan lupa tetap mengedepankan prokes,” ujarnya.

Untuk mempercepat pencairan BLT dengan sistem barcode tersebut, Bupati Giri Prasta akan mengajak Perbekel, Lurah, Sekdes, Ketua BPD untuk bersama- sama bekerja sama. Dengan adanya Covid-19 ini pihaknya akan melakukan sebuah penilaian, bagaimana mampu dan mencari pahlawan-pahlawan desa yang ada di banjar, desa adat. “Bagaimana kita bisa memahami dan membantu masyarakat yang terdampak di masa pandemi ini. Maka sekarang saatnya pahlawan- pahlawan desa untuk bermunculan,” ajaknya.

Khusus untuk PNS, TNI dan POLRI dimasukan kepada wilayah sebagai panitia pelaksanaan kegiatan tracing dan testing, itu yang akan diberikan dan bayarkan. Karena kebutuhan di wilayah Kabupaten Badung ini paling tidak ada 1000 warga yang harus ditracing setiap hari, bahkan bila ada 1 orang yang positif Covid-19 itu semestinya minimal 15-20 orang harus dilakukan tracing dan testing. Maka dari itu akan dibentuk panitia lagi, sehingga penangan Covid-19 di wilayah di Kabupaten Badung bisa berjalan dengan baik.

Terutama untuk OTG dan gejala ringan sudah pastikan dilakukan isoter (isolasi terpusat) dimana Badung sudah memiliki 5 tempat yaitu Bakung Beach, Bakung Sari, Made Bali, Wisma Bima I dan Wisma II. “Tujuan kami adalah bagaimana kita bisa memberikan pengawasan, pengobatan dan makanan. Jangan sampai terjadi proses menular dan memberikan penularan cluster keluarga. Kami sebagai ketua gugus bersama dengan TNI dan Polri bisa melakukan pemantauan dan pengawasan untuk warga masyarakat yang gejala sedang dan berat, kita akan fasilitasi ruang isolasi dan oksigen serta tekanan negatif yang aman untuk pasien dan nakes. Untuk BOR di Kabupaten Badung masih ada yang kosong dan tidak bertambah. Kami memastikan akan menambah berkenaan dengan ICU dan ruang isolasi,” jelasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us