Pemberdayaan Perempuan Melalui GP3M

Pemberdayaan Perempuan Melalui GP3M

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali terus mendorong penguatan pemberdayaan perempuan. Salah satunya dengan program Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M). “Guna mendorong kaum perempuan di Kabupaten Buleleng menjadi lebih berdaya dan memiliki jiwa wirausaha sehingga mampu berproses menuju kemandirian dibutuhkan sebuah langkah yang tepat memberikan keterampilan kepada kaum perempuan untuk menggali potensi dan kreativitas diri,” ujar Bupati Putu Agus Suradnyana dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gede Suyasa pada acara GP3M Tahun 2020 di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng, Jumat (18/12).

Dengan tema “Melalui GP3M Kita Tumbuhkan Konsep The Spirit Of Sobean Menuju Perempuan Buleleng yang Mandiri” diharapkan mampu membangun dan memicu semangat perempuan Buleleng untuk bergeliat. Mempunyai semangat serta wawasan didalam memanfaatkan segala potensi yang ada. “Bonus demografi serta potensi sumber daya alam yang bervariatif di Kabupaten Buleleng harus mampu kita kelola dan manfaatkan dengan lebih optimal,” ungkapnya.

Dengan gerakan GP3M ini, diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia yang lebih baik khususnya kaum perempuan. Sehingga produk yang bervariasi dan unggul dapat diluncurkan sebagai keluaran dari pelaksanaan program. “Saya berpesan kepada peserta program yang secara khusus menyasar perempuan dapat menggunakan momentum perayaan Hari Ibu kali ini untuk terus melakukan inovasi-inovasi dan mengerahkan segala potensi yang dimiliki. Sehingga dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” jelas Agus Suradnyana dalam sambutannya.

Gede Suyasa juga mengatakan, gerakan ini dapat mendorong pemberdayaan perempuan mandiri melalui Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM). Karena ada pendidikan, dan pusat kegiatan masyarakat yang bisa menjadi media akses untuk pemberdayaan perempuan sehingga lebih mandiri. “Jika produk-produk yang sudah dihasilkan bisa ditunjukkan dan dinilai bagus serta bisa menunjukkan kualitas yang baik tentu hal tersebut nantinya dapat menjadi produk yang sobean (terbaik),” tuturnya.

Mantan Kepala Bappeda ini juga mengharapkan satu PKBM lebih produktif. Ada hasil-hasil yang lebih berkualitas tentu dengan proses dan akses yang baik. “Nantinya melalui PKBM dapat berkolaborasi dengan koperasi untuk membangun satu pemberdayaan perempuan dengan nilai entrepreneursip mengingat produk-produk yang dihasilkan dapat diperdagangkan,” sambung Suyasa.

Kepala Disdikpora Made Astika menyebutkan bahwa untuk meningkatkan pendapatan keluarga saat ini seluruh PKBM itu menyentuh perempuan. Mengingat perempuan adalah tulang punggung keluarga juga. Serta dapat menambah pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sebagian dari usaha mereka dapat dijual. Dengan begitu, pendapatan keluarga menjadi bertambah. “Itu harapan kita semua dan hari ini kita menyajikan atau menampilkan produk-produk mereka dalam beberapa titik. Dengan menampilkan aneka ragam produk sesuai ciri khas dan sumber daya alam yang mereka miliki,” singkatnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us