Pemerintah Diminta tidak Naikkan Biaya VoA

Pemerintah Diminta tidak Naikkan Biaya VoA

Di tengah mengalirnya kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman), justru ada isu biaya Visa on Arrival (VoA) atau Visa kunjungan saat kedatangan akan dinaikan tiga kali lipat. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada kunjungan wisatawan yang mulai membaik. “Jika itu benar, justru akan menjadi back Fire buat pariwisata Bali. Itu bisa menjadi boomerang, karena wisatawan mungkin akan ngerem lagi untuk berwisata ke Bali. Ini akan memperburuk situasi pariwisata yang sudah menggeliat sejak dibukanya border internasional awal Pebruari lalu,” kata General Manager Sadara Resort, Ida Ayu Rai Chandrawati Lestari, belum lama ini.

Kalau mau dinaikan, lanjut Chandrawati, mestinya dilakukan secara bertahap dan itu dilaksanakan setelah pariwisata benar-benar pulih. Tetapi, karena situasi masih belum pulih betul, mestinya ditetapkan saja alias jangan naik. “Bagaimanapun juga agent itu sudah membuat paket kepada klayen dengan harga segitu. Kalau tiba-tiba dinaikan, lalu bagaimana agent memberikan informasi tambahan biaya itu kepada para pelanggannya. Jika itu terus dilakukan, sepertinya akan menjadi untrusted (tak percaya) sama Bali dan Indonesia,” ungkap wanita enerjik ini serius.

Sejak dibukanya border internasional, masyarakat luar negeri kembali melirik Bali sebagai tujuan wisata. Wisman sudah mulai berdatangan, termasuk ke Sadara Boutique Beach Resort kecipratan juga. “Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sudah over all, walau Sadara Boutique Beach Resort mulai Mei buka pic-nya. Semua itu karena mulai dibukanya PPLN, sehingga tersebarnya wisman di Bali itu berpengaruh pula terhadap peningkatan okupansi hotel. Perkembangan porkes di Sadara sudah semakin baik, artinya progesnya ada. Tetapi, jangan harapkan pik up-nya normal seperti sebelum pandemi,” paparnya.

Di Sadara sendiri, jumlah kunjungan wisman memang ada, tetapi untuk okupansi masih didominasi oleh wisdom. Namun, untuk Mei dan Juni, agent agent partner yang di luar negeri sudah mulai melakukan booking. “Gambaran di bulan Mei, Juni ini okupansi sangat bagus, rata rata sekitar 60%sampai 65% karena kelonggaran yang diberikan pemerintah, seperti tanpa karantina, tak ada tes PC dan Visa on Arrival untuk 43 negara dan free visa untuk Asia. Mudah-mudahan negaranya ditambah lagi, sehingga ini betul-betul menjadi angin segar. Ibarat habis dicekik kini sudah bisa bernafas walau belum selega dulu,” ucapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us