Pemkab Badung Tangani Sampah Kiriman di Pantai Berawa

Pemkab Badung Tangani Sampah Kiriman di Pantai Berawa

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengucapkan terimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) beserta jajaran, karena sejak sampah kirimin muncul dan memenuhi kawasan Pantai Berawa dari 4 hari terakhir, tim DLHK Badung telah bergerak. Bahkan dengan mengerahkan kekuatan tenaga dan armada yang ada untuk menangani sampah yang terdampar berupa ranting pohon, kayu berukuran besar dan plastik. “Saat ini kami meninjau langsung kelapangan,” kata Bupati Giri Prasta saat meninjau langsung penanganan sampah kiriman di pantai Berawa, Rabu (15/12).

Pada saat peninjauan itu, Bupati Giri Prasta bersama Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes dan Ibu Kapolsek beserta jajaran berbaur bersama tenaga yang ada di DLHK untuk ikut merasakan membersihkan sampah secara langsung. “Kami memiliki tanggung jawab penuh terhadap penanganan sampah ini. Astungkara bisa kita lakukan dengan baik, jangan sampai sampah ini menggunung karena sampah datangnya tidak hanya sekali namun datang setiap menit dan jam,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung tidak akan berhenti sampai disitu dalam menanggulangi fenomena sampah kiriman yang rutin menyerbu pantai yang ada di Badung tiap tahunnya. Bahkan pihaknya memastikan akan menambah armada pembersih sampah seperti loader,eskavator dan mobil pencacah sampah. “Kedepan ini kita bisa membeli mobil pencacah sampah sehingga sampah kayu itu akan kita selesaikan di tepi pantai agar tidak mengganggu wisatawan maupun destinasi yang ada. Inilah cara kami untuk mempermudah proses pelayanan dengan bergotong-royong berjuang dan bergerak bersama untuk kepentingan masyarakat Badung, khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Kuta Utara,” tegasnya .

Ketika jaman dahulu masyarakat yang ada di kawasan pesisir seperti di Kedonganan Kelan Tuban Kuta Legian Seminyak sampai ke Berawa, susah sekali untuk mencari kayu bakar untuk memasak dan berkat kekuatan yang maha kuasa, sampah kayu yang berasal dari laut dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk menanak nasi dan memasak ikan di masa itu. “Sekarang ada perubahan jaman tidak lagi menggunakan kayu untuk memasak, sehingga sampah ini menjadi tanggung jawab kami selaku pemerintah dan sudah barang tentu kita tangani dengan baik. Kami juga menyampaikan apresiasi selama ini semua komponen masyarakat seperti Walhi, penggiat lingkungan, warga millennial, tokoh masyarakat dan pengusaha hotel yang ada di Badung telah ikut bersinergi dan berpartisipasi aktif dalam melakukan gerakan sosial kemasyarakatan sehingga ini amat sangat memudahkan kami selaku pemerintah,” ucapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us