Pemkab Buleleng Siapkan 30 Kamr Hotel Untuk OTG-GR

Pemkab Buleleng Siapkan 30 Kamr Hotel Untuk OTG-GR

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng siapkan 30 kamar hotel untuk isolasi Pasien terkonfirmasi COVID-19 dengan status Orang Tanpa Gejala-Gejala Ringan (OTG-GR). “Hotel yang akan dijadikan tempat isolasi terpusat ini, nantinya akan menerima pasien OTG-GR dari 19 kelurahan di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Buleleng, Seririt dan Kecamatan Sukasada,” kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa saat ditemui usai memimpin rapat evaluasi penangan Covid-19 di ruang kerjanya, Selasa (6/4).

Suyasa menerangkan, hal ini guna mengantisipasi melonjaknya kasus terkonfirmasi di Buleleng, karena di kelurahan yang selama ini jadi kendala, rata-rata berada di pemukiman padat. “Nantinya rumah sakit juga tidak lagi ada BOR (Bed Occupancy Rate) nya yang berat karena harus menampung OTG-GR dari kelurahan-kelurahan,” ucapnya.

Dirinya juga bersyukur dari pendekatan-pendekatan yang sudah dilakukan, alhasil salah satu pemilik hotel sudah bersedia hotelnya dijadikan sebagai tempat untuk isolasi mandiri yang bersifat terpusat. “Tentu kita berterima kasih, sehingga bisa menampung OTG-GR yang jumlah kamarnya sekitar 30. Jadi, kalau ada 30 kamar nanti kurang lebih ada 60 pasien yang bisa ditampung di hotel,” tuturnya.

Selanjutnya, isolasi terpusat ini akan mulai berjalan bagi pasien yang baru dan terhitung mulai besok. Untuk yang sebelumnya sudah isolasi di rumah sakit akan dilanjutkan untuk 10 hari. “Ini kita skemakan hari ini, untuk bagaimana bisa membuat simulasi untuk masuk kesana, dan sedapat mungkin dalam waktu dekat untuk bisa ditempati,” jelas Suyasa.

Sementara itu, Kepala Pelakasana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Buleleng, Putu Ariadi Pribadi yang dihubungi usai melaksanakan rapat bersama pihak hotel dan Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, dirinya mengatakan bahwa pihak hotel sudah bersedia untuk menerima pasien OTG-GR. Nantinya, pasien OTG-GR yang masuk ke hotel akan diisolasi selama 10 hari atau sesuai dengan hasil swabnya. “Tadi juga sudah kita lakukan simulasi bagaimana proses menerima pasien OTG-GR dari kelurahan, dan untuk sumber anggaran pembiayaan hotel ini diambil dari hasil refocusing anggaran di kelurahan,” singkatnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us