Pendapatan Menurun, Forum Pengelola Pasar Desa Sampaikan Aspirasi Ke Walikota

Pendapatan Menurun, Forum Pengelola Pasar Desa Sampaikan Aspirasi Ke Walikota

Guna menyalurkan aspirasi masyarakat dan pedagang pasar di Kota Denpasar terkait merebaknya pedagang bermobil di pinggir jalan, Forum Pengelola Pasar Desa (FPPD) Kota Denpasar menyampaikan aspirasi ke Kantor Walikota Denpasar. Kehadiran FPPD ini diterima langsung Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, pada Kamis (6/5).

Ketua FPPD, Nyoman Suarta didampingi sejumlah pengurus dihadapan Walikota menyampaikan, terkait menurunnya pendapatan para pedagang di pasar pasar desa belakangan ini. Hal ini disebabkan salah satunya karena saat ini merebaknya pedagang bermobil yang berjualan di pinggir jalan, sehingga banyak masyarakat atau pembeli enggan berbelanja ke pasar. ” Kondisi ini tentu sangat merugikankan dan memberatkan para pedagang yang berjualan di pasar, karena masyarakat sangat berkurang datang berbelanja ke pasar, belum lagi sejumlah kewajiban yang harus ditanggung oleh pedagang di pasar seperti membayar retribusi dan sewa los atau kios,” kata Suarta.

Belakangan ini, di Denpasar memang diserbu oleh sejumlah pedagang dadakan bermobil yang hampir dengan mudah dapat ditemui di jalan jalan di Kota Denpasar. Sejatinya para Pengelola Pasar siap menampung pedagang bermobil untuk berjualan di dalam areal pasar. “Kami para pengelola pasar siap menampung mereka untuk bersama sama berjualan di pasar,” ujsnya.

Pihaknya berharap agar para pedagang bermobil dapat segera mendaftarkan diri ke pasar-pasar terdekat. “Dengan begitu kami dapat memberikan ruang bagi pedagang tersebut agar tidak mengganggu ketertiban umum di badan jalan. Mari bersama-sama berusaha di masa pandemi ini dengan tetap mengikuti prokes serta aturan yang ada, sehingga dapat menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Denpasar,” tambah Nyoman Suarta.

Walikota Jaya Negara mengatakan, akan segera memerintah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk melakukan pendataan keberadaan pedagang bermobil. “Kami akan segera minta Dishub untuk melakukan pendataan sehingga tahu berapa jumlah yang sesungguhnya, sehingga nantinya akan segera dikoordinasikan dan diatur di pasar desa mana yang bisa menampung para pedagang bermobil ini,” kata Jaya Negara.

Untuk pedagang bermobil dan pedagang yang berjualan baik itu di pinggir jalan maupun diatas trotoar, diharapkan untuk segera mendaftarkan diri ke pengelola pasar terdekat. Dimana pendaftaran ini dimaksudkan agar bisa diberi ruang untuk berjualan sehingga tidak lagi berjualan di bahu jalan. “Jika nantinya setelah diberikan solusi untuk berjualan di pasar desa ternyata masih membandel dan berjualan di pinggir jalan, terpaksa akan ditertibkan,” katanya.

Walikota, Jaya Negara yang didampingi Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa IB. Alit Wiradana, Kadis Perindag, Ni Nyoman Sri Utari, Kadis Koperasi dan UMKM Erwin Suryadarma, Kabag Kerjasama, Laksmi Saraswati dan Kabag Humas dan Protokol I Dewa Gede Rai, menghimbau agar semua pihak untuk ikut bersama sama menjaga ketertiban dan kenyamanan Kota Denpasar. “Para pedagang bermobil ini segera bisa berkoordinasi dengan pengelola pasar yang ada di Kota Denpasar sehingga bisa segera dicarikan solusi tanpa harus merugikan dan melanggar peraturan,” pungkas Jaya Negara. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us