Pengusaha Hotel di Karangasem Sambut Gembira “Bali Open Border”. Semua Telah Kantongi Sertifikat CHSE dan PeduliLindingi

Pengusaha Hotel di Karangasem Sambut Gembira “Bali Open Border”. Semua Telah Kantongi Sertifikat CHSE dan PeduliLindingi

Pengelola hotel di kawasan wisata Bali Timur, menyambut gembira rencana pemerintah membuka pariwisata internasional pada 14 Oktober 2021. Kabar ini memang ditunggu-tunggu sejak, setelah melakukan berbagai persiapan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. “Kami sangat senang mendengar kebijakan pemerintah ini. Semoga semuanya berjalan lancar, dan wisatawan bisa masuk ke Bali kembali,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Republik Indonesia (PHRI) Karangasem Wayan Kariasa, Rabu (6/10).

Setelah berita ini muncul, para pelanggan hotel di luar negeri juga menyambutnya. Para pelanggan dan teman-temannya di luar negeri telah ada yang menyampaikan ketertarikannya untuk datang ke Bali. Walupun dibuka baru beberapa negara untuk sementara ini. “Tapi, rasanya berat karena tiket pesawat agak mahal dan harus melalui karantina selama 8 hari. Kalau bisa kedepannya tanpa karantina. Namun, tetap dipastikan mereka sudah vaksin 2 kali dan membawa PCR negative,” sebutnya.

Direktur Ashyana Candidasa Beach Resort ini mengaku, walau banyak teman di luar negeri yang telah merespon, namun mereka tidak langsung melakukan booking. Tetapi, mereka memberikan sinyal akan dating di bulan November dan Desember serta kepastian untuk tahun depan. “Dibukanya border internasional diharapkan dapat membangkitkan pariwisata Bali yang tengah mati suri, serta mengeliatkan ekonomi masyarakat Bali. Kedatangan wisatawan asing akan memberikan kehidupan disetiap hotel, villa, restoran dan fasilitas pariwisata lainnya,” ujarnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Karangasem ini mengaku, hotel-hotel yang ada di Karangasem menyambut open border ini dengan melakukan berbagai persiapan. Hotel-hotel yang ada lebih banyak telah mengantongi sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Bahkan syarat terbaru, yakni menyediakan barkot PeduliLindungi telah dilaksanakan, baik hotel, restoran ataupun Daya Tarik Wisata (DTW).

Kariasa mengatakan, dari sekitar 800-an unit usaha baik sekala kecil sampai bintang lima di Karangasem, sekitar ratusan hotel yang telah memiliki sertifikat CHSE dan PeduliLindingi. Sisanya lagi, masih menunggu verifikasi dari auditor CHSE serta proses PeduliLindungi. Maklum, untuk buka kembali perlu anggaran, dan persiapanya. Sementara beberapa hotel belum buka karena masih menunggu situasi selanjutnya. “Untuk hotel yang sudah siap buka itu perlu mendapat perhatian paling tidak dari kegiatan-kegiatan pemerintah, seperti rapat, atau kegiatan lain yang bisa dilaksanakan di hotel maupun restoran yang telah memenuhi CHSE dan PeduliLindungi,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us