Peraturan Pemerintah Jangan Terus Berubah! Rugikan Calon Wisatawan ke Bali

Peraturan Pemerintah Jangan Terus Berubah! Rugikan Calon Wisatawan ke Bali

Akhir tahun biasanya menjadi moment yang fantastis bagi pengelola hotel untuk menarik para pelanggannya. Itu sudah terbukti pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, diakhir tahun 2021 ini para pengelola hotel tidak bisa berbuat banyak, pasalnya kebijakan pemerintah yang terus berubah-ubah hingga berimbas pada kunjungan wisatawan. “Peraturan pemerintah yang sering berubah-ubah sangat merugikan para calon wisatawan. Makanya, pihak hotel belum berani membuat acara yang pasti, karena occupancy juga belum meningkat,” kata General Manager Swiss-Belexpress Kuta – Bali, Ida Bagus Sedana, Kamis (4/11).

Tidak adanya kepastian aturan yang ditetapkan pemerintah membuat para calon wisatawan takut memesan kamar, karena trauma kejadian tahun 2020 lalu. Mereka trauma pada masa lalu. Sebut saja di akhir 2020, padahal tingkat hunian hotel sudah mencapaai 90% di periode akhir tahun itu, namun tiba-tiba pemerintah mendadak mengeluarkan peraturan test Polymerase Chain Reaction (PCR) yang saat itu harganya diatas 900 ribuan. “Wisatawan yang suda membooking kamar, aklhirnya dibatalkan. Bahkan ada yang terpaksa datang, namun harus mengeluarkan kocek yang lebih,” paparnya.

Sekarang ini pun, pemerintah masih belum memiliki ketegasan, sehingga kebijakannya terus berubah-ubah. Perarturan yang berubah-ubah mengakibatkan para calon wisatawan belum berani memesan atau merencanakan bepergian dari jauh-jauh hari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya last minute booking dari para tamu. “Sebelomnya kebijakan test antigen dirubah menjadi PCR, yang mengakibatkan banyak wisatawan domestik membatalkan bbooking hotelnya. Itu karena biaya yang dikeluarkan akan menjadi double,” ucapnya.

Walaupun kemudian sempat diturunkan menjadi 275.000, tetapi masih cukup tinggi. Padahal mereka sudah vaksin dua kali. Pada hari berikutnya, peraturan tersebut dirubah lagi yang hanya memakai syarat test antigen saja. Jujur, ini berita sangat bagus buat pengelola faslitas usaha hotel, akan tetapi, tamu yang sudah membatalkan bepergiannya masih akan tetap mengatur ulang jadwalnya. “Inilah salah satu akibat dari peraturan yang berubah-ubah. Kami berharap, semoga saja ini menjadi terakir syarat untuk bepergian, sehingga para wisatawan akan merasa nyaman membooking hotel jauh-jauh hari sebelumnya,” harap Ida Bagus Sedana.

Walau demikian, Swiss-Belexpress Kuta Bali masih tetap berusaha untuk mengundang para pelanggan dengan menawatka paket-paket menarik. Sebut saja Package : November Deal yang benefitnya 3 hari 2 malam, free makan pagi, 1 kali makan malam atau makan siang dan free drop airport. Ada pula Family Fun Package, yang benefit stay di konecting room (triple bed+ double bed). “Melalui paket ini, kami berharap parta pelanggan, khususnya wisatawan domestik mengubah pikirannya untuk memilih Bali sebagai tempat menyambut tahun baru,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us