PPKM Berbasis Mikro bukan Lockdown

PPKM Berbasis Mikro bukan Lockdown

Berkaitan dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Desa/Kelurahan dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana meyakinkan masyarakat Buleleng bahwa ini bukan lockdown. Tidak semua kegiatan masyarakat dilarang, namun hanya ada pembatasannya. “Penerapan ini dilakukan tanpa harus mengurangi sisi perekonomian,” katannya saat memberikan sosialisai kepada perwakilan masyarakat di Kecamatan Buleleng dan Sukasada, Rabu (10/2).

Bupati Agus Suradnyana yang hadir langsung bersama dengan Wakil Bupati, dr. I Nyoman Sutjirda dan Ketua DPRD Gede Supriatna serta perwakilan dari FKPD menegaskan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah menerapkan hal itu di beberapa desa. Penerapan ini dirasa cukup efektif, tanpa harus mengurangi sisi-sisi ekonomi, sehingga ditekankan berbeda dengan lockdown, masyarakat tidak bisa berkegiatan. Penerapan ini hanya membatasi beberapa kegiatan yang disinyalir rentan terjadinya penularan Covid-19.

Memang di Buleleng, bersama dengan Klungkung dan Karangasem tidak masuk dalam kategori yang tertuang dalam Inmendagri maupun SE Gubernur. “Dilihat dari survei, persentase pemakaian masker di Buleleng mencapai 70 persen. Masyarakat kita sudah tertib. Tapi sekecil apapun resiko penularannya, kita harus tetap berupaya memotong penularan virus ini,” ujarnya.

Desa Dinas dan Desa Adat diminta untuk bersinergi menyamakan persepsi dalam peran penanganan Covid-19. Desa Adat juga diminta untuk mengaktifkan kembali Satgas Gotongroyong nya agar penerapan PPKM berbasis Mikro ini berjalan dengan efektif. Peran Kepala Desa sangat dibutuhkan saat ini, diharapkan mampu melakukan pendekatan kepada warganya agar tertib menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi ini.

Cara menyampaikan denmgan sederhana. “Berikan edukasi kepada warga desanya, dengan cara yang sopan dan halus. Kalau diajak bicara baik-baik saya yakin mereka mau mendengarkan. Dalam situasi seperti sekarang ini tolong jangan pakai cara kasar,” imbuh Agus Suradnyana.

Dengan adanya vaksin, lanjut Agus Suradnyana, justru prokes harus lebih ditingkatkan agar tidak terjadi penyebaran lagi. Sehingga proses vaksinasi kepada seluruh masyarakat Bali diharapkan bisa segera tuntas tahun depan. “Jangan baru ada vaksin kita malah lalai, justru penerapan prokes diketatkan lagi sehingga proses vaksinasi bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us