”Pulau Plastik”, Membangun Kesadaran akan Pentingnya Kelestarian Lingkungan

”Pulau Plastik”, Membangun Kesadaran akan Pentingnya Kelestarian Lingkungan

Semua orang disibukan dengan urusan imun di masa pandemi Covid-19, lalu bagaimana dengan kabar sampah plastik. Hal itu, ternyata masih menjadi perhatian semua orang, termasuk Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road. Buktinya, hotel yang berlokasi di Jalan Merdeka Raya Gg. VII, Kuta, Kabupaten Badung itu masih berkomitmen untuk berkampanye mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. “Kami berkolaborasi dengan Pulau Plastik melaksanakan gerakan sosial yang memiliki misi mengurangi sampah plastik yang ada di Bali,” kata General Manager, Christy Guna Desa, Selasa (27/4).

Bentuk gerakan itu, dengan mengajak menonton bersama film Pulau Plastik di Trans Studio Mall XXI Bali pada 24 April 2021 pukul 14.20 WITA. Sedikitnya sekitar 56 orang menyaksikan film tersebut dengan menjalankan Protokol Kesehatan. “Dengan menyaksikan film ini, setidaknya sebanyak 56 orang penonton ini terbukakan matanya akan fakta tentang penggunaan plastik dan dampaknya terhadap bumi tercinta ini. Film Pulau Plastik merupakan kampanye kolaboratif mengangkat isu penggunaan plastik sekali pakai, dan mendalami tentang sampah plastik di Indonesia, bagaimana memasuki rantai makanan kita dan berpengaruh pada kesehatan kita, hingga cara mengatasi permasalahan sampah plastik sekali pakai ini,” paparnya serius.

Gerakan sosial ini merupakan kolaborasi dengan Pulau Plastik yang memiliki misi mengurangi sampah plastik yang ada di Bali. Penonton yang diundang merupakan internal associatesnya (staf) serta rekanan, agen yang selama ini mendukung penjualan kamar, para pembuat konten (influencers / contentcreators), rekanan media, serta vendors maupun suppliers. “It’s a wonderful movie. We need to stop the single use plastic. We cannot be part of problem, but part of solution. Let’s come together, everyone, government, corporation (private and public). We need to start now!” ungkap Christy Guna Desa.

Film Pulau Plastik membukakan mata dan hati penonton, setelah mengetahui fakta-fakta tentang plastik yang ada di sekitarnya, para penonton dapat memiliki kesepahaman yang sama terkait latar belakang mengapa sebagai konsumen dan manusia yang hidup di bumi ini, harus lebih sadar dan mulai meminimalisir penggunaan sampah plastik sekali pakai dalam keseharian. “Setelah menonton film ini, pastinya menjadi terinspirasi untuk mengurangi sampah plastik dan film ini meng-influence penontonnya bangetsih sebenernya,” ujar seorang content creator Kepin Helmy, yang diundang karena memiliki kedekatan emosional karena pernah merasakan pengalaman menginap di Fairfield by Marriott Bali Kuta.

Demikian pula halnya bagi Ramelia Vitra, yang berprofesi sama dengan Kepin serta memiliki kedekatan emosional karena pernah merasakan pengalaman menginap di Fairfield Bali Kuta, “Film Pulau Plastik harus ditonton semua rakyat Indonesia maupun seluruh dunia,” sahutnya.

Kemudian menjadi bagian kecil dari solusi terhadap masalah sampah plastik yang ada. “Yang bisa kita kontrol adalah diri kita sendiri dan bagaimana mengaplikasikan pengurangan plastik dalam kehidupan sehari-hari kita,” ucap Co-Producer Pulau Plastik, Andre Dananjaya yang saat ini bekerja sebagai Creative Media Producer di Kopernik, Ubud.

Sesuai dengan solusi yang ditawarkan dari menonton tayangan Pulau Plastik, Fairfield by Marriott Bali Kuta yang telah berdiri semenjak Desember 2019 ini, semakin mantap dengan spirit yang dihadirkan dalam hotel nya sebagai hotel ramah lingkungan, yang dengan sadar berusaha mengurangi penggunaan plastik, seperti menggunakan air galon dan botol minum untuk dapat dibawa kemana-mana selama di area hotel dan tentunya dapat diisi ulang, menggunakan sedotan berbahan bambu, dan amenities dalam kamar yang juga tidak mengandung plastik, seperti sikat gigi berbahan kayu, yang setelah digunakan oleh tamu, di-upcycle menjadi pigura foto oleh tim housekeeping. Di back of the house, dilakukan juga waste management dengan menggunakan karung goni yang dapat dicuci ulang dan digunakan lagi untuk menampung sampah-sampah sesuai dengan peng-kategorian organik maupun non-organik, dan seterusnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us