Pulihkan Ekonomi Bali lewat Pariwisata

Pulihkan Ekonomi Bali lewat Pariwisata

Menjelang akhir tahun 2021 dan menyambut tahun 2022, hunian villa di Badung dan sekitarnya sangat baik. Itu karena kunjungan wisatawan nusantara yang cenderung memilih Bali sebagai tempat untuk berwisata, sehingga berimbas pada tingkat hunian hotel dan villa. Apalagi hotel dan villa menawarkan paket-paket menarik dan murah, sehingga mereka memilih villa sebagai tempat tinggal saat menikmati suasana Bali. “Kondisi occupancy vila di Badung dan Bali pada umumnya saat sekarang ini kembali kepada angka penurunan setelah Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin,” kata Ketua Bali Villa Association (BVA), Putu Gede Hendrawan, Rabu (5/1).

Menjelang akhir tahun 2021, peningkatan tingkat hunian villa memang terjadi mulai dari pertengahan November 2021 sampai di awal Januari 2022 setelah new year eve. Hadirnya wisatawan domestik (wisdom) di Bali memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel, villa, objek wisata dan tempat-tempat makan. “Natal dan Tahun Baru 2021, sebenarnya kami harapkan menjadi tonggak untuk kembali bangkitnya pariwisata Bali, dan dengan kunjungan tamu domestik sangat berarti sekali bagi bali, sehingga membantu pengusaha dan pelaku pariwisata untuk tersenyum sesaat,” ucapnya.

Pada malam pergantian tahun, pengelola villa memang tidak melakukan kegiatan apapun sama sekali. Hal itu mengikuti surat edaran dari pemerintah daerah dimana seluruh kegiatan agar closed di pukul 23.00 Wita. Aturan tersebut sangat berpengaruh terhadap kunjungan tamu yang datang ke Bali dan yang ada di Bali, mereka berharap dapat merayakan tutup tahun 2021 bersama rekan, teman atau keluarganya. “Mungkin saja ada yang kecewa di saat mereka tidak dapat melewati waktu countdown di tempat atau object yang dipilih. Itu, karena fasilitas atau object ditutup jam 23.00 Wita, dan tamu harus kembali ke tempat mereka menginap masing masing,” paparnya.

Setelah Nataru ini, Hendrawan tidak dapat memperkirakan untuk jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Apalagi di awal tahun ada isu, ada warga Surabaya yang dikatakan terpapar virus omicorn pada saat berlibur di Bali. Berita tersebut tersebar liar di berbagai media yang mengakibatkan pertanyaan dan kepanikan warga masyarakat di Bali.”Kami berharap pemerintah segera melakukan pemulihan pariwisata Bali sebagai jalan tercepat untuk pemulihan ekonomi Bali. Terutama mengupayakan agar market segment wisatawan mancanegara agar dapat datang berlibur ke Bali secepatnya,” usulnya.

Menurutnya, Bali tidak dapat terpaku kepada satu marketing segment saja, yakni wisatawan domestik saja, karena wisatawan domestik sifatnya seasonal, juga terbentur dengan harga sewa yang tentu tidak dapat menyamakan dengan harga untuk wisatawan mancenegara. Jadi, kalau untuk pemulihan ekonomi Bali tentu harus pulihkan segera pariwisata Bali. Saat ini, perekonomian Bali sudah berada di titik nadir. “Saya rasa masyarakat yang bukan pelaku pariwisata juga berharap hal yang sama. Namun, tentu dengan pola-pola screening dan filterisasi di pintu masuk tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tutupnya penuh harap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us