Puncak Piodalan Di Pura Sakenan Tetap Terapkan Prokes Ketat

Puncak Piodalan Di Pura Sakenan Tetap Terapkan Prokes Ketat

Pada Hari Suci Kuningan merupakan hari piodalan di Pura Sakenan, Kelurahan Serangan, Kota Denpasar. Sejak pagi tampak silih berganti datang bersembahyang. Puncak odalan jatuh pada Rahina Suci Kuningan, Sabtu (24/4). Pelaksanaan Piodalan berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat, dan diawasi oleh para pecalang.

Rangkaian Upacara Piodalan diawali dengan sesolahan Tari Rejang Renteng, Tari Baris Tombak, Topeng Penasar serta Topeng Sidhakaryadan di akhir upacara ditutup dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Sari Arimbawa, Griya Tegal. Turut hadir dalam kesempatan tersebut ngaturang bhakti Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Ny. Sagung Antari Jaya Negara serta Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Ikut hadir juga Kabag Kesra Made Raka Purwantara, Camat Denpasar Selatan Wayan Buda serta OPD terkait lainnya

Walikota Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan Bhakti Piodalan ini dilaksanakan sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat, serta diharapkan kepada masyarakat khususnya Kota Denpasar untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam melaksanakan persebahyangan dikarenakan masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Pelaksanaan persembahyangan kali ini tentu sedikit berbeda dibanding sebelumnya, hal ini mengingat bhakti piodalan di Pura Sakenan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, sehingga penerapan protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna dalam prosesi,” ujar Jaya Negara

Prawartaka Karya, IB Gede Pidada mengatakan pelaksanaan Pujawali di Pura Sakenan Kota Denpasar kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan. yakni pemedek wajib menggunakan masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan, mengutamakan prilaku hidup bersih dan sehat, serta menyarankan bagi pemedek dengan gejala klinis untuk beristirahat dirumah. Kendati menerapkan protokol kesehatan, Pujawali dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna yang terkandung dalam upacara. “Secara tatwa pelaksanaan upakara tetap sama, hanya saja tata pelaksanaanya menggunakan protokol kesehatan mengingat saat ini masih di masa penanganan pandemi Covid-19,” ujarnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us