Ratusan Pemotor Tujuan Denpasar Diminta Putar Balik

Ratusan Pemotor Tujuan Denpasar Diminta Putar Balik

Tak hanya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), Tim Gabungan Kota Denpasar tetap melakukan penertiban terhadap pengendara motor atau pemotor yang tidak memenuhi syarat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Tim Gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, Sat Pol PP dan Dishub ini melakukan penyekatan masyarakat di pintu-pintu masuk Kota Denpasar, Selasa (13/7). Dari penertiban itu, ada ratusan kendaraan yang hendak masuk ke Kota Denpasar untuk putar balik, beberapa dibina serta didenda dan ada yang disidang di tempat karena tidak memakai masker.

Kasatpol PP, Dewa Anom Sayoga mengatakan, sesuai dengan data resmi, penyekatan yang dilaksanakan sejak pagi hari ini menyasar 9 titik pintu masuk Kota Denpasar, yaitu di Pos Penyekatan Trengguli Penatih meminta warga memutar balik sebanyak 7 orang, di Simpang Jalan Cokroaminoto – Jalan Gunung Galunggung sebanyak 10 orang putar balik, 5 orang didenda Rp.100.000 (seratus ribu rupiah) kare3na tidak memakai masker dan 1 usaha di peringatkan. Di Pos A.Yani ada sebanyak 12 orang putar balik, di Pos Penyekatan Nangka Utara sebanyak 23 orang putar balik dan 1 dibina, sementara di Pos Penyekatan Jalan Kebo Iwa puluhan kendaraan diminta putar balik.

Sedangkan di Pos Penyekatan Jalan Gunung Salak tercatat 1 orang diminta putar balik, di Pos Penyekatan Jalan Gunung Sanghyang sebanyak 70 kendaraan diminta putar balik, di Pos Penyekatan Tohpati puluhan kendaraan putar balik, dan di Pos Seroja sebanyak 24 orang putar balik dan 9 orang dibina. Selain penyekatan, Tim gabungan ini juga melaksanakan pemantauan usaha non esensial dan menghimbau 3 pedagang yang berkerumun. “Kami memberi ganjaran berupa denda, pembinaan dan putar balik sesuai dengan tingkat kesalahan,” ucap Sayoga.

Menurutnya, secara umum untuk yang diminta putar balik lantaran syarat perjalanan tidak terpenuhi. Hal ini berkaitan dengan Surat Keterangan Bekerja, Sertifikat Vaksinasi dan Hasil Rapid Test/PCR Negatif bagi pelaku perjalanan antar daerah. “Pelaksanaan penyekatan ini merupakan tindaklanjut dari arahan Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Dimana, berdasarkan pemantauan satelit bahwa di Kota Denpasar kegiatan masyarakat mobilitasnya masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Dari Pos Penyekatan ini merupakan upaya untuk memastikan seluruh masyarakat mempedomani atau menerapkan aturan saat PPKM Darurat, hal ini utamanya untuk menekan mobilitas masyarakat. “Penyekatan ini adalah satu upaya untuk menekan mobilitas, bagi masyarakat yang sama sekali tidak punya kepentingan, dengan penerapan PPKM Darurat ini sangat jelas sudah diatur, dimana yang bersifat esensial dan non esensial serta sektor kritikal dan khusus untuk non esensial menerapkan 100 Work From Home sesuai pedoman PPKM Darurat. Dengan upaya ini mobiltas bisa menurun dan kasus Covid-19 bisa melandai,” ujarnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us