“Raya Raya Cinta” Komunitas Mahima Beber Arti Cinta

“Raya Raya Cinta” Komunitas Mahima Beber Arti Cinta

Komunitas Mahima kembali berpartisipasi dalam Pergelaran Adilango Festival Seni Bali Jani (FSBJ). Saat pentas di Gedung Ksirarnawa pada Jumat, 29 Oktober 2021 pukul 19.00 WITA itu, komunitas bersekretaris di Bali Utara ini mengangkat naskah Raya Raya Cinta yang ditulis dan disutradarai oleh Kadek Sonia Piscayanti. Pada pentas kali ini, mereka tak hanya hadir sekedar menyajikan seni di atas panggung, namun memberi penampilan yang berbeda.

Sonia menjelaskan tema cinta yang diusung kali ini adalah tema universal yang bisa dimaknai sebagai cinta kepada diri, cinta kepada manusia dan cinta kepada bumi. Menurut Sonia, pandemi berkepanjangan membuat manusia terjebak dalam chaos tiada henti. Namun yang membuat kita bertahan senantiasa adalah cinta. Raya Raya Cinta adalah naskah yang menitikberatkan pada cinta pada manusia, sosial dan sekaligus adaptasi terhadap pandemi sebagai bentuk eksistensi manusia dan cara-cara memandang hidup yang lebih beragam. Dengan perspektif beragam, menurut Sonia, masalah dapat diatasi.

Naskah yang berdurasi satu jam ini mengungkap konflik batin dan konflik keluarga Cinta yang terdampak pandemi, ayahnya di PHK, ibunya berjualan tapi tak seramai biasanya, adik-adiknya empat orang perempuan semua yang masih bersekolah, memiliki kebutuhan yang tak sedikit. Di saat yang bersamaan Cinta juga memiliki kekasih yang mencintainya dan mengajaknya menikah. Konflik muncul ketika Cinta harus menyadari posisinya sebagai sulung dari lima bersaudara perempuan, sehingga ia harus mencari laki-laki yang mau nyentana, sementara Raya adalah anak tunggal di keluarga yang ayahnya bersaudara tunggal pula.

Cinta hampir menyerah dengan cintanya, apalagi ada sahabat dekatnya yang ternyata jatuh cinta pada Raya. Seakan semuanya tiada berujung, bagaimana Cinta dan Raya menyelesaikan semuanya. Itulah yang menjadi alur konflik dalam naskah ini. Pentas ini juga diwarnai oleh garapan musik puisi indah garapan Tika Puspita, Carolina Ajeng dan Anggara Surya. Pemeran Raya, Agus Wiratama adalah aktor teater yang telah lama berpengalaman di dunia teater, dia dikenal sebagai penulis dan juga aktor yang mumpuni. Selain berproses di Mahima, Agus juga berproses intens di Teater Kalangan. Partnernya, Santi Dewi, juga adalah aktor di Mahima, dan saat ini juga bergiat di Singaraja Literet, dimana dia belajar sastra bersama teman-teman sebayanya.

Beberapa aktor muda berusia 10 tahun dan belasan juga terlibat dalam pentas ini. Sebut saja Gek Princessa (10) yang berperan sebagai Asa dan Putu Putik Padi (13) yang berperan sebagai Laut. Mereka adalah pembaca puisi yang langganan juara sejak belia. Ada sebuah kutipan puisi yang menjadi benang merah pertunjukan ini. “Karena cinta adalah alasan kita hidup di dunia. Tanpa cinta tak ada yang abadi. Tapi cinta untuk selamanya”.

Akhirnya memang, bahwa cintalah yang membuat kita tetap semangat hidup. Juga Asa sebagai harapan akan hidup yang lebih baik. Pentas Raya Raya Cinta akan menunjukkan optimisme itu di atas panggung. Mari rayakan cinta bersama sama! (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us