Rembuk Garbasari Cegah Stunting di Badung

Rembuk Garbasari Cegah Stunting di Badung

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta membuka acara Rembuk Garbasari stunting Kabupaten Badung tahun 2021 bertempat di Legian Beach Hotel, Rabu (16/6). Acara yang dilaksanakan secara hybrid tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Badung Made Wira Dharmajaya, Kadis Kesehatan dr. Nyoman Gunarta, Dirut RSUD Mangusada dr. Ketut Japa, Camat se-Badung, Kepala Puskesmas dan Lurah/Perbekel yang menjadi lokus penanganan stunting serta diikuti secara virtual oleh seluruh Perbekel/Lurah se-Kabupaten Badung.

Bupati Giri Prasta menyampaikan, salah satu fokus pemerintah pusat dan Kabupaten Badung saat ini adalah pencegahan stunting, yang bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal. Dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. “Kita berkomitmen dengan Peraturan Presiden No. 42 tahun 2014 tentang Percepatan Penanganan Stunting dan Gizi Buruk yang ada di Indonesia. Ini kan sudah masuk Nawacita bapak Presiden membangun Indonesia dari pinggiran yaitu desa. Nah kita di Kabupaten Badung sudah mengadopsi sepenuhnya hal ini dengan PPNSB,” ujarnya.

Atas dasar tersebut Bupati Giri Prasta mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung telah membentuk Gerakan Badung Sehat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Garba Sari), yang dilaksanakan dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa atau kelurahan sampai pada tingkat banjar atau lingkungan. “Tujuan kami adalah untuk meningkatkan kualitas gizi balita sejak masa dalam kandungan, yang dibarengi dengan edukasi cara olahraga ibu hamil hingga kontrol sampai melaksanakan kontrol untuk melihat perkembangan bayi melalui USG, sehingga kita bisa tau kesehatannya dan posisinya seperti apa dalam rahim,” ujarnya.

Ketua Panitia dr. Wayan Darta melaporkan, acara rembuk stunting bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rencana kegiatan penurunan stunting di Kabupaten Badung. Melalui deklarasi komitmen pemerintah daerah dalam menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting secara terintegrasi. Rembuk stunting ini juga merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk melaksanakan kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting secara bersama sama antara opd penanggung jawab dengan sektor non pemerintah dan masyarakat. “Hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan ada sekitar 30.8 % atau 7 juta balita Indonesia yang menderita stunting. Sedangkan di Kabupaten Badung angkanya jauh di bawah yaitu sebesar 6.1% status balita pendek pada tahun 2020,” ungkapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us