Saat PPKM, Durasi Dagang di Pantai Kuta Dibatasi

Saat PPKM, Durasi Dagang di Pantai Kuta Dibatasi

Pengetatan pengawasan terhadap pengujung juga diberlakukan di Pantai Kuta menjelang penerapan PPKM. Memang, tiga hari setelah pergantian tahun, kunjungan wisatawan sudah mulai sepi. Aktivitas yang ada, hanya bermain selancar oleh beberapa pengunjung dan petugas serta relawan yang sedang membersihkan sampah kiriman yang belakangan ini terjadi di pantai itu. “Sesuai dengan yang disampaikan Jero Bendesa melalui surat edaran Gubernur, untuk pelaksanaan PPKM yang mulai berlaku, 11 Januari 2021 ini, maka bersama pecalang, kepolisian, dan Satgas Covid Desa Kuta, kami akan tetap memantau kunjungan wisatawan untuk memastikan PPKM itu betul-betul diterapkan,” kata Ketua Satgas Pantai Desa Adat Kuta I Wayan Sirna, Kuta.

Dalam pelaksanan PPKM ini, pihaknya akan tetap melakukan sidak, bahkan diperketat, baik untuk pengunjung ataupun pedagang. Pedagang yang ada di kawasan pantai, diperketat lagi dengan tidak boleh membuka dagangannya semua. Jadwal buka juga dibatasi, muali pukul 09.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Pengunjung tidak boleh berkerumun lebih dari 10 orang, itupun dalam pengaturan jarak. “Kami bersama tim akan selalu memantau agar pengunjung disiplin menerapkan PPKM. Jika ada yang melanggar akan ditindak tegas,” ucapnya serius.

Kalau ada yang membandel, sesuai dengan yang tertera di surat itu akan diperingatkan yang dibarengi dengan shok terapi, seperti push up dan lainnya. Tetapi untuk masalah denda, pihaknya tidak berani, karena ada petugas khusus yang melakukannya. “Untuk penerapan PPKM di Pantai Kuta ini, Satgas Pantai Desa Adat Kuta akan melibatkan pihak kepolisan, satgas Covid dan Pecalang berkolaborasi yang akan diatur dibawah naungan desa adat yang kantornya ada di Kantor Lurah,” ujarnya.

Selama ini, penerapan protocol kesehatan di Pantai Kuta sudah berjalan dengan baik. Para pengunjung semuanya sadar mengukti program pemerintah memakai masker dan mencuci tangan. Walau demikian, petugas tetap mengimbau untuk didiplin menerapkan protocol kesehatan. “Kami juga melakukan pengecekan suhu bagti pengunjung ataupun petugas yang sedang bertugas, untuk memastikan aman. Syukur, selama ini tidak ada pengunjung yang memiliki suhu diatas 36 derajat Celcius,” akunya polos.

Wayan Sirna mengatakan, jumlah kunjungan saat Natal dan tahun baru memang tidak seramai tahun sebelumnya, sehingga pemantauan dilakukan dengan mudah. Jumlah pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru sekitar 500 orang, yang jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 7000-an, sehingga Kuta disebut pantai lautan manusia. “Intinya, kami tetap memantau disiplin penerapan protocol kesehatan secara ketat,” tutupnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us