Saat Umanis Galungan, DTW Tanah Lot Dikunjungi 1.307 Orang

Saat Umanis Galungan, DTW Tanah Lot Dikunjungi 1.307 Orang

Sudah menjadi kebiasaan, saat Umanis Galungan umat Hindu di Bali merayakan dengan mengunjungi sanak saudara atau rekreasi bersama keluarga ke destinasi wisata. Daya Tarik Wisata (DTW) yang menjadi pilihan mereka sangat beragam, termasuk pula DTW Tanah Lot. “Pada saat Hari Raya Galungan, Rabu 14 April kemarin, kunjungan wisatawan ke Tanah Lot didominasi umat yang bersembahyang ke Pura Luhur Tanah Lot. Beda halnya, saat Umanis Galungan, Kamis 15 April itu didiminsi oleh masyarakat lokal memang sengaja berwisata,” kata Manager Operasional, Wayan Sudiana, Sabtu (17/4).

Sudiana menegaskan, pada hari perayaan kemenangan Dharma atas Adharma terlihat lebih banyak umat Bali yang melakukan persembahyangan. Mereka melakukan wisata spiritual, yakni bersembahyang sambil berjalan-jalan menikmati suasana alam. Sementara, warga yang datang pada Umanis Galungan itu memang bertujuan utuk berwisata bersama keluarga. Saat itu, warga Hindu Bali berbaur dengan wisaatawa nusantara. “Jumlah kunjungan wisatawan pada saat Galungan sebanyak 383 orang. Sedangkan pada hari Umanis Galungan meningkat, hingga 1.307 orang dan didominasi wisatawan lokal,” terangnya..

Memang setiap hari raya Galungan, Pura Luhur Tanah Lot menjadi tujuan umat Hindu Bali untuk sembahyang. Selain untuk bersembahyang, mereka bisa langsung berrekreasi melepas kepenatan. Ada pula yang menghabiskan waktu untuk bersantai bersama keluarga dengan menikmati pemandangan alam serta pantai. Termasuk berwisata kuliner di kawasan DTW yang mengandalkan alam dan budaya itu. Walaupun areal pertokoan kebanyakan memilih tutup, pada saat Galungan, namun penjajak makanan masih tetap berjualan sesuai dengan shift mereka.

Salah satu wisatawan domestik asal Surabaya, Dima Indahwati mengaku senang bisa menikmati Tanah Lot dimusim hari raya. Dia merasa senang, tetapi juga sedih dengan situasi pariwisata saat ini. “Sebenarnya ada senang dan sedihnya juga sih dengan situasi seperti saat ini. Senangnya, karena bisa puas berfoto sesuai spot yang diinginkan, namun sedih juga karena biasanya Tanah Lot dari dulu selalu penuh wisatawan. Mudah-mudahan pariwisata bisa segera normal kembali, ya…kayak dulu,” ungkap polos.

Demikian halnya, Putu Yani salah satu umat yang bersembahyang di hari raya itu. Dirinya mengaku, ke Tanah Lot memang untuk bersembahyang. Namun karena pas air laut pasang, jadi dia dan keluarga sembahyang di Pura Penyawang Tanah Lot saja. “Saya dan keluarga memang ingin sembahyang kesini, tetapi pas airnya pasang jadi cukup sampai di Pura Penyawang saja. Karena nanggung udah disini, kami langsung beristirahat saja sekalian makan siang sambil nunggu sore. Kebetulan saya paling senang dengan rujak di Tanah Lot jadi sekalian beli rujak disini yang afdol,” ucapnya mengakhiri perbicaraan. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us