Sangeh Monkey Forest Dibantu Pakan Monyet dari Menteri BUMN

Sangeh Monkey Forest Dibantu Pakan Monyet dari Menteri BUMN

Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh Monkey Forest mendapat bantuan dana untuk pakan monyet yang menjadi atraksi utama di objek tersebut. Bantuan dari program sosial Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali itu diserahkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Puri Kauhan Ubud, Senin (20/9). “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri BUMN Erick Thohir dan BI Provinsi Bali atas bantuan ini. Adanya bantuan ini, akan kami pergunakan untuk pengadaan pakan monyet,” kata Manajer Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh Monkey Forest, Made Mohon, Selasa (21/9).

Selama Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Sangeh Monkey Forest tidak menerima kunjungan. Walau tidak ada pemasukan, namun operasional harus tetap jalan untuk menjaga satwa agar tetap sehat, disamping melaksankan kebersihan lingkungan DTW. Selama PPKM, Sangeh Monkey Forest masih memakai tabungan atau dana Desa Adat Sangeh yang semakin hari terus menipis. “Dana bantuan dari kementerian ini dan perorangan yang peduli terhadap keberadaan satwa ini akan diprioritaskan untuk pembelian makanan,” tegasnya.

Made Mohon mengaku sangat khawatir, kalau pandemi ini berkepanjangan, maka stok pakan monyet akan segera habis. Selama hampir 3 bulan tutup karena PPKM tidak menambah pemasukan. Sementara, monyet sebagai atraksi utama harus tetap makan serta menjamin kesehatannya harus tetap terjaga. “Kami hanya menarik tabungan dari kas penmgelola yang dikumpulkan dulu. Saat ini, tabungan itu mulai menipis, dan hanya bisa membeli pakan monyet sekitar beberapa bulan saja,” ungkap pria penjaga monyet ini serius.

Pada awal pandemi Covid-19, bantuan pakan monyet memang ada. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat silih berganti memberikan bantuan. Termasuk pula masyarakat Sangeh dan sekitarnya yang sanat peduli terhadap kebaradaan monyet penghuni hutan pala ini. “Belakangan mulai berkurang, mungkin mereka merasakan pula dampaknya, sehingga untuk kebutuhan dirinya saja masih sangat kurang. Kami tetap berharap sumbangan pakan bagi monyet itu tetap ada, sehingga monyet-monyet yang sudah jinak itu tidak menjadi liar dan nakal,” imbuhnya penuh harap.

Jenis pakan monyet itu, seperti ketela yang menjadi makanan pokok, pisang, roti, dan kadang-kadang beras. Dalam sehari, pengelola menyiapkan ketela sebanyak 200 Kg dan pisang 2 keranjang. Jika tidak ada pisang, bisa diganti dengan roti sebanyak 2 kampil. Ratusan monyet itu makan sebanyak 2 kali dalam sehari. Pagi hari ketela, dan siang harinya makan pisang dan kadang-kadang roti atau beras. “Kami membeli makanan ini dari warga sekitar, sehingga menjadi rejeki pula para petani. Jika dirata-ratakan, dalam sebulan pengelola membeli makan monyet saja, sekitar Rp 15.000.000,” imbuhnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us