“Sati Quits Her Body”, Dramatari Berbahasa Inggris ISI Denpasar

“Sati Quits Her Body”,  Dramatari Berbahasa Inggris ISI Denpasar

Jika biasa menyaksikan dramatari yang memakai bahasa Bali dalam menyampaikan pesan (dialog), maka cobalah saksikan garapan seni bertajuk “Sati Quits Her Body” pasti beda. Sebab, dramatari yang digarap Dr. N.K. Dewi Yulianti, Dosen Bahasa Inggris dari Program Studi (Prodi) Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu menggunakan Bahasa Inggris. “Drama tari berbahasa Inggris ini sebagai media pendidikan karakter yang didanai oleh DIPA ISI Denpasar tahun 2021, pada program Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S),” kata Dewi Yulianti, belum lama ini.

Garapan seni ini memang bukan yang pertama menggunakan Bahasa Inggris. Sebelumnya, ada garapan The Finding of Sita (2017) dan Daksa Curses Lord Siva (2019) yang merupakan garapan kedua. Nah, untuk, karya Sati Quits Her Body, Dewi Yulianti berkolaborasi dengan dosen dari Prodi Tari dan Prodi Musik. Walau merupakan garapan ketiga, namun penyajian Sati Quits Her Body digarap lebih kreatif dengan nuansa tradisisi yang khas. Jika penasaran, karya-karya drama tari berbahasa Inggris tersebut dapat disaksikan pada channel YouTube dewidevadevi.

Dewi Yulianti sebagai penulis naskah menuturkan Sati Quits Her Body diadaptasi dari Kitab Srimad Bhagavatam yang ditulis oleh Srila Prabhupada, Skanda 4, Bab 6. “Kisah Sati Quits Her Body atau Sati Melepas Raganya adalah kisah kekecewaan hati Sati Devi kepada ayahnya, Prajapati Daksa yang telah menghina dan mengutuk suaminya, Dewa,” ujarnya.

Dramatari ini mengisahkan, ketika Sati Devi merayu suaminya untuk menemaninya ke upacara yadnya yang diadakan ayahnya. Dewa Siwa tak berkenan karena Dewa Siwa sadar, kehadiran mereka hanyalah objek hinaan bagi Daksa. Sati menentang nasehat suaminya, lalu pergi didampingi Nandini dan akhirnya merasakan luka teramat dalam menyadari betapa ayahnya sangat sombong dan arogan, menghina Dewa Siwa yang begitu suci.

Bagi Sati, siapapun yang menghina jiwa lain, dia adalah ciptaan terendah dalam kehidupan ini. Sati melepas raganya karena penyesalannya terlahir dari ayah sombong dan arogan. Kesetiaan Sati pada Dewa Siwa akhirnya dibuktikan dengan terlahir kembali di keluarga Raja Himalaya sebagai Parwati dan kembali bersatu dengan Dewa Siwa dan hidup bahagia di pegunungan Kailas.

Untuk melahirkan sebuah garapan dramatari yang atrakstif, Dewi Yulianti, melalui proses penggarapan yang detail. Mulai dari penelitian pustaka kitab Srimad Bhagavatam dengan fokus pada kalimat bermajas yang digunakan dalam teks. Kemudian dituangkan ke dalam teks drama dan sebuah paper yang didiseminasikan pada seminar International, Seminar on Austronesian Languages and Literature, Universitas Udayana (Unud) pada Jumat 10 September 2021.

Teks drama kemudian diajarkan kepada mahasiswa pendukung melalui latihan online karena masih pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Setelah naskah dipahami, kemudian mengadakan latihan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat .”Dramatari ini kemudian direkam melalui pementasan di Darma Negara Alaya Creative Hub didukung oleh Pragina Enterprise Bali pada tanggal 21 September 2021, dan ditayangkan secara online pada acara diseminasi hasil P2S yang dihadiri lebih dari 300 participant pada meeting zoom pada tanggal 2 Oktober 2021 yang lalu,” ungkapnya penuh riang.

Dalam mewujudkan karya Sati Quits Her Body ini, melibatkan penata tari, Dr. I Gusti Ngurah Sudibya, SST., M.Sn. dan penata musik, I Ketut Sumerjana, S.Sn., M.Sn. Sebagai pedukung mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, yaitu Dewa Made Ananda Kresna Yana, Kadek Ayu Diah Mutiara Dewi, Ida Bagus Yodhie Hariscandra, I Dewa Putu Krisna Riawan, Ni Kadek Diah Nanta Kuswandari, Ni Luh Manik Setiawati, I Wayan Tisna Dana, Kadek Dwi Juliani, Ni Putu Putri Laksmi Dewi, Ni Made Rahma Chelsia Dewi, Putu Rai Dhira Aditya, I Putu Gede Bagus Restu Pratama Wiwaha, I Putu Bagus Sastrawan, Putu Egi Pratama Putra dan sebagai narrator, mahasiswa UNUD, I Gusti Ayu P. Jesika Sita Devi N, S.S.

Dewi Yulianti selaku ketua kegiatan P2S ini menambahkan, sejak studi S3, dirinya konsen pada teks religi, karena teks religi merupakan kebutuhan utama pendidikan di Indonesia, seperti juga 18 nilai karakter bangsa yang digariskan oleh Kemendiknas, nilai karakter pertama adalah nilai religius. “Kami bangga bisa memenangkan hibah P2S yang dikompetisikan di ISI Denpasar dan para seniman senior ISI Denpasar seperti Made Sidia memberikan pujian pada karya kami ini,” sebutnya.

Dewi Yulianti kemduain megucapkan terima kasih kepada Rektor ISI Denpasar, Ketua LP2MPP ISI Denpasar beserta jajarannya serta seluruh pendukung Sati Quits Her Body. “Pertunjukan Sati Quits Her Body dapat disaksikan melalui channel YouTube dewidevadevi pada link https://youtu.be/khxccl1yAWk”, ujarnya senang.

Ketua LP2MPP ISI Denpasar, Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si. mengatakan, karya drama tari Sati Quits Her Body hasil Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S) ini telah sesuai dengan proposal yang diajukan, bahkan lebih karena sudah didiseminasikan pada seminar internasional. “Karya drama tari berbahasa Inggris seperti ini perlu terus digarap sebagai media pendidikan karakter dan juga peningkatan kemampuan berbahasa Inggris”, ujarnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us