Sebaran Wisdom tak Merata di Jembrana

Sebaran Wisdom tak Merata di Jembrana

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memberikan dampak positif bagi pengelola pariwisata, khususnya pelaku hotel di Bali. Wisatawan yang berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa memilih Pulau Dewata sebagai tempat menikmati masa liburan. Namun sayang, penyebaran kunjungan wisatawan domestik (wisdom) itu tidak mereta merata di semua kawasan wisata yang ada di Bali, sehingga tidak semua pengelola hotel kecipratan wisdom. Sebut saja di daerah Jembrana. “Saat Nataru kemarin, hanya city hotel saja yang sedikit ada bokingan,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jembrana, Gede Sukadana, Sabtu (8/1).

Adanya kunjungan itu, mungkin sebagai dampak dari adanya pelonggaran mobilitas perjalanan masyarakat Indonesia setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga beberapa wiatawan memilih berwisata di daerah Bali Barat. Itu pun memilih tinggal di dalam kota, sehingga hanya city hotel yang menjadi ramai. Artinya hanya city hotel yang bernasib baik saat Nataru. “Akan tetapi, hotel-hotel daerah pinggiran seaka tidak ada pergerakan, sehingga tidak ada peningakatan kunjungan wisatawan kalau dirata-ratakan,” ucapnya.

Mulai adanya kunjungan wisatawan itu terlihat sejak tanggal 20 – 27 Desember 2021. Setelah itu, kunjungan mulai turun, bahlan tidak ada bokingan sama sekali. Bahkan, di tahun 2022 ini belum juga ada tanda-tanda bokingan hotel atau villa ke depannya. “Minimnya kunjungan ini, mungkin karena kebijakan pemerintah yang tidak tetap, dan cendrung berubah-ubah. Kebijakan itu, tentu membuat calon wisatawan bingung dan ragu-ragu untuk melakukan perjalanan wisata,” alasannya.

Walau demikian, General Manager Wide Sands Beach Retreat Jembrana ini mengaku selalu bersemangat untuk melakukan upaya dengan terobosan-terobosan untuk memikat calon wisatawan berwisata ke daerah Jembrana. Salah satunya dengan mengkemas paket-paket wisata yang beda dari daerah lain. Hal itu sangat mungkin, karena keunggulan hotel-hotel di Jembrana itu memiliki suasana nature dan masih terasa di Bali banget. “Kami berharap kepada steak holder dan pemangku kebijakan harus bersatu padu untuk pengembangan pariwista di Jembrana ini,” harapnya.

Jembrana memiliki keungguan yang dapat menarik kunjungan wisatawan, utamanya wisdom. Di masa pandemi ini, kunjungan widom bisa menutupi minimnya kunjungan wisatawan mancanera ke Bali. Caranya dengan melakukan kerjasama yang solid dengan dinas-dinas terkait. Upatya itu diyakini pasti bisa menggerakan kepariwisataan di daerah Jembrana. Apalagi didukung dengan adanya Daya Tarik Wisata (DTW) alam yang fantastis serta lestarinya seni dan budaya khas Jembrana yang memang unik. “Kalau daya tarik, Jembrana memiliki kekhasan yang memang menarik,” sebutnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us