Secret Garden Village Terapkan Prokes dan Free Entrance

Secret Garden Village Terapkan Prokes dan Free Entrance

Berwisata ke Daya Tarik Wisata (DTW) Secret Garden Village tak hanya membuat wisatawan terhibur, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dalam menjalani tatanan kehidupan era baru. Pengunjung yang hadir, selain dapat menikmati berbagai atraksi yang ditawarkan, juga sebagai bentuk ubah laku menjalani hidup di masa pandemi. Sebab, fasilitas penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) disiapkan disetiap areal. Poster dan tulisan sebagai ajakan untuk disiplin menerapkan prokes dipasang, sehingga membuat pengunjung selalu ingat. Petugas, juga selalu mengingatkan pentingnya prokes melalui pengeras suara.

Secret Garden Village memang menawarkan fasilitas dan atraksi wisata yang masih sama dengan sebelum pandemi, mengibur dan sangat nyaman. Namun, setelah dibuka di masa pandemi Covid-19, tepatnya pada tanggal 29 Oktober 2021 ada kebiasaan baru yang mesti diikuti oleh para pengunjuung. DTW yang berlokasi di kompleks wisata Luwus – Bedugul dibuka kembali dengan penerapan Prokes dan Free Entrance. “Secret Garden Village buka kembali dengan fasilitas yang baru dan pengalaman yang lebih menarik dan pasti menyenangkan,” kata Senior Operasional Manager Secret Garden Village, Dicky Prasetyo, Senin (13/12).

Menariknya, walau adanya tambahan syarat untuk jalan-jalan di DTW yang menggabungkan fasilitas modern dengan suasana alam ala perbukitan Bedugul itu, namun wisatawan sangat menikmati. Bahkan, penerapan prokes yang begitu ketat, seakan menjadi salah satu kelebihan dari Secret Garden Village. Makanya, niat wisatawan untuk berkunjung terus mengalir. Para wisatawan, tampaknya betul-betul menikmati, bakhan tampak biasa melakukan kebiasaan baru, seperti memakai masker, mencuci tangan sebelum memasuki areal Secret Garden Village atau sebelum pulang.

Para pengunjung dari berbagai kalangan itu juga membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang telah disiapkan. Bahkan, diantara pengunjung sudah membawa hand sanitizer sendiri yang tergantung atau di dalam tasnya. Melihat kondisi tersebut, pengunjung sudah menyadari pentingnya menjalani prokes demi untuk kesehatan diri sendiri juga orang lain. “Kami menerapkan prokes sesuai dengan standar Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE), dan scan QR PeduliLindungi tetap dijalankan,” tegasnya.

Secret Garden Village yang buka setiap hari dari pukul 10.00 WITA sampai dengan pukul 18.00 WITA itu juga melakukan check suhu kepada para pengunjung, staff dan karyawan serta para tamu yang akan memasuki areal DTW. Para pengunjung juga wajib melakukan scan PeduliLindung untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para tamu. Di tempat-tempat tertentu, seperti pintu masuk dan areal lain yang sifatnya menunggu, dilengkapi dengan tanda untuk mengatur jarak sebagai bentuk social distancing. “Pada waktu-waktu tertentu, kami menyiapkan petugas untuk mengingatkan para pengunjung untuk menjalani kebiasaan baru dengan mentaati prokes,” akunya polos.

Menariknya, tak hanya menerapkan kebiasaan baru dalam ubah laku sehari-hari, tetapi juga beradaptasi dengan kondisi kemampuan ekonomi secara umum. DTW yang asri ini buka di masa pandemi tidak lagi menerapkan tiket masuk untuk menikmati fasilitas yang ada, sehingga para pengunjung selalu saja ada yang datang. “Optional tiket untuk mengikuti tour beauty heritage dan coffee tour bisa dinikmati sebagai pilihan optional bagi para pengunjung, dengan membeli tiket seharga Rp. 25.000 untuk setiap tour yang dipilih dan mendapatkan cashback 100% dalam bentuk voucher yang bisa langsung digunakan untuk berbelanja,” paparnya.

Memang, sejak dibukanya kembali Secret Garden Village di Bedugul, masyarakat mulai menunjukan antusiasme merasakan pengalaman berwisata dengan promo cashback 100% sebagai bentuk adaptasi situasi ekonomi saat pandemi. Secret Garden Village yang dibuka sehari setelah hari Sumpah Pemuda ini, didatangi oleh mayoritas keluarga. “Kami telah mempersiapkan fasilitas yang lebih baik untuk pengunjung setelah buka kembali. Dengan mentaati prokes di mana protokoler kesehatan menjadi perhatian utama kami dalam memberikan kenyaman dan rasa aman bagi semua pengunjung” ucap Dicky Prasetyo.

Dicky Prasetyo mengaku, selama kurang lebih 2 minggu pembukaan kembali Secret Garden Village, telah menerima sejumlah booking  kunjungan group baik dari tour operator dan dari instansi swasta dan pemerintahan, seperti dari BRI, group kepolisian RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan. “Jumlah kunjungan walk-in juga dirasakan melebih ekspektasi kami, jika dibandingkan dengan traffic wisatwan yang masuk ke Pulau Bali, dan yang mlakukan perjalanan menuju Bali Utara. Pengunjung walk-in sebagian besar dari wisatawan domestik dan warga local Bali, terutama pada saat hari raya,” akunya polos.

Dian, pengunjung asal Surabaya yang mengajak seluruh keluarga berwisata mengaku senang berwisata ke Secret Garden Village. DTW itu tak hanya menawarkan suasana yang adem, tetapi juga aman berwisata di masa pandemi. Fasilitas prokes yang sangat lengkap, juga diikuti dengan ajakan-ajakan untuk melakukan kebiasaan baru melalui poster dan pengumuman langsung oleh petugas. “Kalau semua pengunjung sudah taat prokes, maka penyebaran Covid-19 pasti bisa diatas. Semoga saja pandemic cepat berlalu, sehingga kita berwisata leluasa seperti dulu lagi,” ucapnya.

Dewa Giri merupakan masyarakat local juga merasa aman berwisata di Secret Garden Village.  Service dan foto sangat memuaskan dan mendapat bonus softcopy dengan pelayanan sangat ramah. Fasilitas prokes juga sangat lengkap, sehingga merasa nyaman jalan-jalan disetiap atraksi yang dimiliki DTW ini. “Tempat ini sangat bagus dan menerapkan prokes secara ketat, sehingga kami merasa nyaman. Walau demikian, semua orang mestinya jangan lengah, karena virus baru akan tetap ada yang mesti diwarpadai,” ucanya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us