Segini, Biaya Pakan Monyet di DTW Sangeh Sebulan

by -16 views

Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh Monkey Forest tetap menjaga habitat monyet yang menjadi atraksi utama. Walau kunjungan wisatawan jauh melorot dimasa pandemi Covid-19 ini, namun pakan monyet wajib ada. Karena itu pengelola melakukan berbagai upaya agar binatang berkaki empat itu tetap hidup. “Kami selalu menjaga monyet-monyet ini agar tetap hidup dan jinak. Kami sangat sadar, monyet-monyet yang lucu ini menjadi daya tarik utama, disamping pohon pala dan binatang lokal lainnya,” kata Manajer Operasional, Made Mohon, Sabtu (21/11).

Makanan monyet itu terdiri dari berbagai jenis, seperti ketela yang menjadi makanan pokok, ada pisang, roti, dan kadang-kadang beras. Dalam sehari, pengelola menyiapkan ketela sebanyak 200 Kg dan pisang 2 keranjang. Jika tidak ada pisang, bisa diganti dengan roti sebanyak 2 kampil. Ratusan monyet itu makan sebanyak 2 kali dalam sehari. Pagihari ketela, dan siang harinya makan pisang dan kadang-kadang roti atau beras. “Pengadaan makanan monyet itu dengan cara membeli dari warga sekitar. Pengelola membeli pada warga Sangeh, sehingga menjadi rejeki pula para petan. Jika dirata-ratakan, dalam sebulan pengelola membeli makan monyet saja, sekitar Rp 15.000.000,” imbuhnya.

Pengelola sangat sadar, monyet-monyet itu akan sehat apabila lingkungannya bersih dan sehat pula. Selain cukup makanan, pengelola juga menyediakan air bersih, sehingga monyet-monyet itu tidak merasa terganggu. Walau tidak menyiapkan dokter secara khusus, namun kalau ada monyet yang sakit atau ada hal-hal yang perlu mengenai monyet itu, pihak pengelola akan melaporkan ke Dinas Peternakan Kabupaten Badung. “Kami bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menangani monyet yang sakit. Sykukur, selama in belum ada monyet yang sakit,” papar mantan pegawai hotel ini.

Untuk menjaga kesehatan serta kenyamanan para wisatawan, pengelalo juga telah menerapakkan protokol kesehatran yang mengacu pada peraturan pemerintah. Di areal DTW telah disiapkan tempat cuci tangan yang tersebar di areal objek. Wisatawan yang akan memasuki areal objek wajib mencuci tangannya. Demikian setalah mereka keluar objek juga mencuci tangan. Wisatawan juga wajib mengikuti check suhu badan yang berada di lobby. Penyunjungan juga dihimbau untuk membersihkan tangan dengan hand sanitizer. “Hal tersebut juga wajib dilakukan oleh petgas dan karyawan objek, sehingga benar-benar tercipta rasa aman dan nyaman,” terangnya.

Petugas juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD), seperti slop tangan dan masker. “Dimasa pandemi ini jumlah kunjungan wisatawan tidak menentu. Kunjungan leboh banyak masyarakat lokal Bali dan domestik. Untuk tamu asing, jumlahnya sangat minim sekali. Kami berharap, siatuasi pandemi ini segara berlalu, sehingga wisatawan kembali bisa jelanjelan di Sangeh Monkey Forest ini,” harap Mohon mengakhir pembicaraan. (BTN/bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *