Sehat dan Bugar di Alun Alun Gianyar

Sehat dan Bugar di Alun Alun Gianyar

Dulunya tempat ini bernama Lapangan Astina. Tempat semua elemen masyarakat melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari berolah raga seperti sepak bola, voli, basket, atletik lainnya. Juga kegiatan pemerintah seperti upacara bendera tuhubelasan serta hari nasional lainnya , pameran pembangunan sampai kegiatan adat serta upacara keagamaan. Pokoknya tempat ini sangat multifungsi.

Setelah beberapa kali pergantian kepala daerah (bupati), maka pada era Bupati Made Mahayastra tempat ini diubah menjadi sebuah taman mltifungsi. Namanya pun berganti nama menjadi Alun Alun Gianyar. Proyek seharga Rp 22 M yang muai dikerjakan sejak 20 Mei 2020 itu rampung Desember 2020. Diresmikan pada 19 April 2021 oleh Bupati Mahayastra.

Tak pelak, tempat ini menjadi ikon baru Kota GIanyar dan disambut antusias masyarakat setempat. Yang datang ke tempat ini tidak hanya masyarakat setempat tetapi juga dari tempat dan bahkan dari kabupaten lain. Tak jarang beberapa turis domestic yang kebetulan lewat tidak lupa berfoto ria di tempat ini. Apalagi kalau cuaca cerah, Gunung Agung (3142mdpl) sangat jelas kelihatan dari tempat ini.

Masyarakat menggunakan tempat ini sebagai arena olah raga seperti jogging, yoga, basket voli dan kebugaran. Cabang olah raga lainnya seperti sepak bola dan atletik dicarikan tempat lain oleh pemerintah, Jadilah tempat ini sebagai tempat  rekreasi yang menyehatkan pikiran dan juga fisik. Ada juga yang datang hanya untuk berjemur agar memperoleh asupan Vitamin D yang mellmpah. Berjemur dengan durasi tidak sampai 15 menit akan membuat keringat membasahi baju. Para pesepeda juga biasanya rehat di tempat ini untuk menarik nafas serta meluruskan kaki sejenak. Made Karsa, seorang penyintas Covid-19 pun secara runtin datang ke tempat ini untuk berjemur serta melakukan joging. Juga Pak Nyoman serta Pak Dewa yang juga seorang penyintas Covid-19. Banyak cerita yang mereka bagikan terutama kepada komunitas mereka. Sebuah pelajaran yang harus dilakukan agar terhindar dari wabah ini.

Di masa pandemic, terutama saat penerapan PPKM Level4, tempat ini ditutup total. Hal ini untuk mencegah kerumunan serta menjauhkan masyarakat dari penularan virus Covid-19. Di tempat yang ditata asri , hijau dan indah ini juga disediakan fasilitas public seperti toilet serta tong sampah. Tempat cuci tangan/wastafel juga disediakan agar masyarakat sesering mungkin cuci tangan. Sesuai anjuran pemerintah, di tempat ini juga diimbau agar masyarakat tetap melaksanakan protocol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Beberapa petugas dari satpol PP Pemkab kabupaten Gianyar berjaga di beberapa sudut taman untuk mengingatkan masyarakat agar tetap melakukan 3M. ‘’Kami sebagai petugas, selalu mengingatkan agar masyrakat selalu menggunakan masker dan tidak berkelompok,’’ ujar Ngurah, salah seorang petugas. Memang tidak gampang menagingatkan karena ada kalanya juga imbauan itu tidak digbris dan oknum masyarakat ini berkilah dengan berbagai alasan. ‘’kami tetap menegus mereka dan meminta mereka tetap menggunakan masker,’’ lanjutnya. Kesadaran komunal juga mulai terbina dengan saling mengingatkan di antara anggota masyarakat untuk selalu sadar prokes.

Bupati Mahayastra tetap mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protocol kesehatan. Jangan pernah abai meskipun jumlah kasus positif Covid-19 terus menurun. Seiring dengan itu, pemerintahpun terus melakukan evaluasi dari PPKM Level 4 dan akhirnya sekarang Level2. Kemudian menjelang Natal dan tahun baru ditingkatkan lagi PPKM seragam Level3 di beberapa kota di Indonesia yang potensial menjadi tempat wisata saat liburan.

Apakah tempat ini akan ditutup saat malam tahun baru? Belum ada penjelasan dari pemerintah. Kalau mengacu pada pergantian tahun tahun sebelumnya, tempat inis elalau sangat ramai. Ada berbagai kegiatan budaya dan music. Terlebih lagi pesta kembang api yang selalu ditunggu tunggu. Kalau mengacu pada model penjabaran PPKM Level 3 serta 4 sbelumnya, maka akan sangat kecil kemungkinan tempat ini dipakai sebagai tempat untuk melakukan kegiatan dengan banyak peserta. Walau demikian, masyarakat, petugas serta perangdat desa adat diharapkan turun tangans ecara sinergis untuk memastikan agar tempat ini benar benar steril dan tidak menjadi klaster baru saat menyambut tahun baru nanti.

Alun Alun Gianyar memang menjadi ikon baru Kota Gianyar, Kota Budaya yang banyak menyimpan talenta seni adiluhung. Tempat ini menjadi tujuan masyarakat untuk melepas kesuntukan fisik dan pikiran setalah hamper dua tahun dukungkung pandemic. Berolah raga agar tetap sehat dan bugar. Dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat, maka rantai penyebaran virus ini akan diputus dengan lebih cepat. Gianyar saat ini sudah melakukan vaksinasi dengan menyasar lansia yang dilakukan secara door to door. Juga ibu hamil di setiap puskesmas. (BTN/pal)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us