Sekar Bumi Farm & Florist Sumbangkan Bunga Untuk Pakan Sapi

Sekar Bumi Farm & Florist Sumbangkan Bunga Untuk Pakan Sapi

Para penggemar wisata bunga, pasti rindu bisa jalan-jalan di Sekar Bumi Farm & Florist (SBFF) yang sangat cantik itu. Maklum, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) beberapa seri ini, Daya Tarik Wisata ( DTW) yang terletak di Desa Kerta, Desa Payangan, Kabupaten Gianyar itu tidak beroperasi, alias tutup sementara. Walau sudah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat, namunDTW ini tetap patuh pada instruski pemerintah. “Sejak pemerintah mengeluarkan kebiajakan PPKM Darurat hingga Level 4, SBFF tidak beroperasi. Kami buka yang melakukan perawatan taman saja,” kata pengelola yang juga owner Ketut Subagia, Senin (9/8).

Subagia mengatakan, sudah hampir 2 bulan Sekar Bumi Farm & Florist tidak menerima kunjungan sebagai bentuk dukungan untuk turut mencegah pentebaran Covid-19. Walau tidak beroperasi, namun pihaknya tetap membuka kawasan untuk merawat berbagai jenis tanaman bunga yang ada di lokasi yang sejuk ini. Menata, meregenerasi serta mengganti tanaman yang mati dengan tanaman baru yang lebih segar. Disamping itu, tetap menjaga kebersihan dengan memangkas tanaman liar. “Saya melakukan itu sendiri, karena seluruh karyawan sudah dirumahkan karena kami tidak sanggaup menggaji. Saya memakai tenaga harian lepas seperlunya,” ungkapnya.

Karyawan yang sudah dirumahkan itu, terkadang dipanggil kembali jika ada kerjaan. Hal itu dilakukan karena sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan para keryawan mengingat kondisi pandemi yang tak kunjung mereda. Akvitas yang dilakukan selama tidak beroperasi yaitu memangkas bunga yang rimbun. Bunga-bunga yang dulu menjadi daya tarik wisata, kini sebagai pakan sapi. “Sekar Bumi Farm & Florist adalah kebun bunga tropical dengan icon heliconia. Nah, dalam situasi pandemi ini, kami sama sekali tidak ada penjualan dan bunga-bunga itu kami sumbangkan kepada peternak sapi sekitarnnya,” akunyarnya.

Sekar Bumi Farm & Florist memiliki lebih dari 200 jenis bunga, diantaranya pisang obor, pisang kapur, karabia, seksiping, dan yellow dancer dengan berbagai macam warna. Dulu, Sekar Bumi memasok berbagai permintaan bunga dan daun potong serta tanaman dekoratif untuk industry pariwisata. Selain sebagai pengembangan tanam bunga, objek ini juga mengembangan out bond dan agrowisata sebagai tempat berwisata bersama keluarga. Bagi wisatawan yang suka mengadu nyali, bisa memanfaatkan berbagai permainan yang ada, seperi flaying fox, fine ball, tracking, cycling, dan out door sebuah tempat bermaian dengan jumlah peserta banyak.

Flaying fox di sini mungkin yang terpanjang di Bali. Memiliki panjang tali 500 meter hingga 700 meter. Lintasannya juga unik yakni melewati tebing, jembatan gantung dan ada lima titik poin yang sangat menegangkan. Sementara fine ball, sebuah permianan adu nyali dengan jarak tembak minumun 10 meter. Pelurunya terbuat dari bahan organik sehingga mentahannya tidak merusak alam. Tak hanya baik untuk bersantai, tempat wisata asri ini juga sebagai tempat edukasi bagi anak-anak. Lewat program tour kebun mereka bisa mendapatkan pelajaran tentang lingkungan seperti merangkai bunga potong, belajar bertani, menanam pohon, memupuk, memetik hasil kebun, mengenal pohon langka hingga membuat pupuk kompos. “Kami berharap kepada pemerintah bisa membantu meringankan beban masyarakat terdampak, dan semoga pariwisata cepat dibuka,” harap Subagia. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us