Sektor Pelayanan Publik di Buleleng Dilengkapi Barcode PeduliLindungi

Sektor Pelayanan Publik di Buleleng Dilengkapi Barcode PeduliLindungi

Tiga kantor pelayanan publik di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menerapkan pencegahan penyebaran melalui aplikasi PeduliLindungi. Tiga kantor tersebut adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dan Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengatakan, dengan dilengkapi barcode PeduliLindungi ini guna memberikan Pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat di masa pandemi Covid-19. “Dari tiga sektor yang melakukan pelayanan publik, semuanya sudah memasang barcode untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” ujarnya usai melaksanakan Pemantauan Penggunaan Aplikasi Peduli lindungi, Selasa Pagi (21/9).

Proses pencegahan penyebaran di pusat-pusat pelayanan publik menggunakan PeduliLindungi masih harus disempurnakan. Walaupun dalam jumlah kecil, ada masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar sehingga tidak memungkinkan mengunduh aplikasi Peduli Lindungi. Jika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik di kantor dan tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi, operator harus membantu mengecek status program vaksinasi yang bersangkutan di website Peduli Lindungi. “Apakah posisi Statusnya hijau, merah atau hitam, jadi Yang boleh mendapat pelayanan dan masuk kantor itu harus yang berstatus hijau,” tegas Suyasa

Dengan penerapan penyaringan atau screening dengan Peduli Lindungi pada instansi-instansi pelayanan publik, diharapkan mampu memperbanyak masyarakat yang menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Hal ini akan baik untuk melakukan deteksi awal dan menekan penyebaran covid-19, serta sesuai dengan imbauan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. “Ini sebagai screening awal untuk mendeteksi orang terkonfirmasi atau berpotensi terkonfirmasi atau menularkan covid-19. Ini sangat bagus dan efektif,” ujarnya.

Ke depan, Aplikasi PeduliLindungi akan diterapkan secara merata. Selain di instansi Pelayanan publik, Aplikasi PeduliLindungi juga akan berlaku di mall, Swalayan, toko-toko modern, daerah wisata, semuanya yang berpotensi mendatangkan kerumunan.
Tidak hanya itu, dirinya juga memaparkan telah menginstruksikan untuk menerapkan penyaringan melalui penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi di masing-masing sekolah. “Di sektor pendidikan juga harus discreening terlebih lagi para guru atau pengajar, seandainya sudah divaksin dua kali yang bersangkutan bisa mengajar di sekolah. Sedangkan untuk yang belum melaksanakan vaksin dua kali tidak boleh ke sekolah,” tutup Gede Suyasa. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us