Selalu Taat Prokes, Lonjakan Kasus Diperkirakan Desember

Selalu Taat Prokes, Lonjakan Kasus Diperkirakan Desember

Bukan untuk menaku nakuti. Tetapi lebih pada mengungatkan agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Intinya adalah selalu taat pada protocol kesehatan (prokes) dengan selalu memakai masker ketika keluar rumah, rajin mencuci tangan serta menjauhi kerumunan. Meskipun saat ini kasus menurun namun diperkirakan pada Desember kasus akan naik. Saat pergantian tahun dimana biasanya terjadi banyak kerumunan serta keramaian.

Hal ini dikatakan  ahli Virologi FKH Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, untuk Bali, lonjakan kasus Covid-19, diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember 2021- Februari 2022. Kondisi itu menurutnya dipengaruhi  karena posisi matahari pada saat itu berada jauh dari khatulistiwa, yang mengakibatkan cuaca dingin. Kemudian selain itu, jika melihat siklus tahun 2020 lalu, yang mana terjadi lonjakan kasus pada bulan Juli, Desember, Januari dan Februari 2021. Untuk tahun ini, pihak yang memperkirakan siklus itu bisa saja terjadi.

Pada sisi empiriknya, pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah akan memberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM ) Level 3 di seluruh Indonesia. Bahkan, sejumlah aturan bagi pelaku perjalanan, telah disiapkan pemerintah. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi bisa terjadi pada akhir tahun 2021. 

Salah satu pengusaha pariwisata di Bali I Gde Wiratha mengatakan mereka taat pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan keramaian pada malam pergantian tahun baru. Hal ini tidak hanya semata mata untuk mematuhi anjuran pemerintah tetapi pada kondisi objektif di lapangan meskipun kasus Covid19 semakin menurun.

Untuk mengantisipasi bila terjadi lonjakan kasus, pihak RSUP Sanglah sebagai RS terbesar dan pusat rujukan di Bali dan Nusra, memastikan kesiapan untuk menangani lonjakan kasus. Seperti yang disampaikan Kasubag Humas RSUP Sanglah, Dewa Kresna, saat dikonfirmasi, Minggu (21/11), dengan system yang sudah terbangun di RSUP Sanglah, ketika kecenderungan kasus meningkat, otomatis jumlah ruangan untuk penanganan akan menyesuaikan.

Saat ini, jumlah bed tersedia sebanyak 24 bed, namun bila kasus melonjak, dengan system yang sudah terbangun, otomatis jumlah ruangan akan menyesuaikan, kata Dewa Kresna. 

Seperti yang terjadi saat gelombang kedua sebelumnya, pertambahan ruang sesuai dengan perkembangan kasus. Bahkan kata dia, saat lonjakan kasus, penambahan bed terbanyak sempat mencapai 302 bed. Melihat lonjakan kasus pada gelombang kedua yang cukup banyak, pihaknya mengimbau masyarakat agar jangan lengah. Selalu perhatikan protokol kesehatan (Prokes) untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. “Masyarakat jangan lengah, tetap semangat dan optimis, yakinlah pandemi ini pasti berlalu dan tetap menjaga prokes dan optimal,” katanya mengingatkan.

Semetara itu, Direktur Rumah Sakit Universitas Udayana  Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si., Sp.MK(K)., menyampaikan, untuk saat ini, penanganan kasus Covid-19 di RS Unud, sudah menunjukkan perkembangan sangat luar biasa. Karena  sejak tiga hari lalu, di RS Unud, tidak ada lagi menangani pasien Covid-19. Pasalnya dari data yang dimiliki, total 80 bed yang disediakan, jumlah pasien sampai saat ini tercatat 0 atau kosong. 

Meski demikian, pihaknya di RS Unud,selalu siap untuk antisipasi lonjakan, tidak hanya siap dengan ruangan dan tenaga medis yang saat ini dimiliki, nama, sewaktu-waktu bila diperlukan, ruangan maupun kebutuhan tenaga medis, akan diatur sesuai peningkatan kasus. “Bed siap selalu di gedung 6, yang selalu siap bila terjadi lonjakan. Total ada bed 80, dengan tenaga medis dokter spesialis penyakit dalam, Paru dan internsif. Begitu juga  perawat yang kita punya ada 100 orang lebih,” bebernya.

Diakuinya, saat ini memang kasus sudah mulai melandai dan turun. Namun dirinya kembali mengingatkan agar tetap waspada dengan prokes yang ditetapkan pemerintah. Karena akhir-akhir ini, memang terdapat beberapa varian baru yang ditemukan. “Kita tetap harus waspada walaupun sudah di vaksin. Jangan lalai, dan tetap ingat dengan prokes,” ucapnya. Sekali lagi ingatnya, selalu laksanakan 3M. Memakai masker saat keluar rumah, menghindari kerumunan serta sesering mungkin mencuci tangan. (BTN/pal)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us