Semeton Pasek Diajak Tanamkan Konsep Vasudhaiva Kutumbakam dan Trilogi Kepasekan

Semeton Pasek Diajak Tanamkan Konsep Vasudhaiva Kutumbakam dan Trilogi Kepasekan

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali merasa bangga dengan perayaan HUT MGPSSR Ke-70 ini. “Ini yang perlu selalu ditanamkan sesuai konsep Vasudhaiva Kutumbakam, kita adalah bersaudara termasuk dengan semua klan yang ada. Di hari jadi yang Ke-70 ini MGPSSR melakukan evaluasi dengan mulat sarira sehingga hal-hal yang baik akan kita dilestarikan dan yang tidak baik akan ditinggalkan,” ucapnya saat menghadiri perayaan HUT Ke-70 MGPSSR di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Minggu (17/4).

Giri Prasta mengajak semeton MGPSSR untuk bangkit bergerak berjuang bersama membangun Bali dengan selalu memegang teguh Trilogi Kepasekan, yaitu bakti ring kawitan, tindih ring bhisama dan guyub ring semeton. Pihaknya juga menyebut sudah menjalankan program kerja dengan melakukan pendataan terhadap sulinggih, pemangku dadia dan jumlah semeton di 57 kecamatan di Bali, dan sudah terbentuk juga Sabha Pandita, Sabha Walaka dan Sabha Yowana secara lengkap. ” MGPSSR sudah bergerak di sisi ekonomi, seperti yang dilakukan semeton Pasek di Bangli yang sudah memiliki BLK yang digerakkan semeton pasek yang menjabat sebagai DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana,” paparnya.

Gubernur Wayan Koster merasa bangga karena telah di undang dalam perayaan HUT Ke-70 MGPSSR, mengingat semeton pasek selama ini telah ikut andil dalam pembangunan di Provinsi Bali. “Terkait HUT Ke-70 MGPSSR kita fasilitasi sepenuhnya sebagai wujud bhakti kita kepada semeton pasek,” ucapnya.

Ketua MGPSSR Pusat Wayan Wita mengungkapkan, saat ini sudah ada 13 Provinsi di Indonesia yang memiliki Maha Gotra Pasek. Pada waktu yang lalu, Menteri Agama RI sempat berpesan kalau nanti 2024 sudah 80% Provinsi di Indonesia memiliki Maha Gotra maka pelaksanaan Maha Sabha Pasek akan mengundang Presiden. Untuk itu pihaknya mengajak semeton pasek di luar Bali untuk semangat membentuk Maha Gotra. “Ini juga sebagai momentum untuk mewujudkan organisasi yang modern di era 4.0,” ujarnya.

Ketua Panitia, Ari Budi melaporkan organisasi MGPSSR berdiri sejak 17 April 1952 dan saat ini telah berusia 70 tahun yang merupakan usia yang sangat dewasa dan matang sebagai sebuah organisasi. “MGPSSR adalah organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Betara kawitan dan mewujudkan masyarakat yang unggul dan sejahtera sekaligus melakukan pengabdian kepada agama bangsa dan negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45,” ungkapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us