Semoga Tak Ada PHP Lagi di Bulan Oktober

Semoga Tak Ada PHP Lagi di Bulan Oktober

Setelah beberapa kali di-PHP (Pemberi Harapan Palsu), tampaknya sekarang kalangan pariwisata Bali benar benar minta pemerintah benar benar menepati janjinya untuk membuka Bandara Ngurah Rai bagi kedatangan pelaku  perjalanan luar negeri. Dengan demikian, Pulau Dewata yang hamper dua tahun mati suri, denyut bisnis pariwisatanya bisa berdenyut lagi.

Ketua Demisioner  Bali Villa Association (BVA), Gede Nik Sukarta mengatakan, kebijakan pemerintah untuk membuka border internasional sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Karena kalangan industri sudah siap untuk menerima tamu mancanegara. Walaupun itu pelan-pelan,  asal ada, dan terisi minimal 25% itu sudah bagus. “Kami sangat siap, apalagi kemudian membantu soft loan ketika hotelnya dibuka,” ucapnya.

Anggota Kelomok Ahli (Pokli) DPD IHGMA Bali ini menegaskan.,  kalangan pariwisata sudah sangat sangat siapinsan pariwisata  menyambut sangat baik berita yang memang baik ini. Secara umum, dirinya sangat siap Semua stake holder sudah menyiapkan diri dari aspek operational dan Standard Operational Procedure (SOP), seperti Protokol Kesehatan (Prokes) Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) yang ditetapkan oleh Kemenparekraf.  Nik Sukarta menegaskan,  Oktober  langkah awal di bulan Oktober, sehingga bulan November dan Desember akan menjadi lebih siap lagi. Namun, yang terpenting regulasi dari pemerintah pusat mesti memastikan term and condition-nya, sehingga tidak memberatkan calon wisman. Secara umum wisman sudah kangen dengan Bali.

Sementara itu, Penasehat Pasemetonan Denpasar-Fukuoka, I Gusti Kompyang Pujawan MBA menegaskan janji pemerintah di bulan Oktober itu juga merupakan ujian bagi Bali. Sejauhmana kita bisa siap terutama dengan pemberlakukan protocol kesehatan, persentase vaksinasi Covid-19 bagi penduduk. ‘’Wisatawan mancanegara, terutama Jepang yang saya tahu, benar benar sudah ingin dating namun terbentur  regulasi,’’ kata Pujawan yang juga mantan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali itu.

Setelah lama vakum, potensi wisata Bali terus dinikmati oleh calon wisatawan lewat segala macam platform media social yang ada. Ini seperti pengulangan bagaimana Bali dahulu diperkenalkan oleh para backpakers ke seluruh dunia. Merada dating dari berbagai profesi, seperti seniman, budayawan, tentara serta profesi lainnya. Contol Miguel Covarubias, Mad lange, Le Majeur, Ari Smit dan lainnya. ‘’Jangan sepelekan jasa serta potensi para cackpakers,’’ tandasnya.  Nah, para ‘backpakers” di zaman milenial ini adalah mereka yang selalau update di media social. Mereka membagikan cerita, foto tentang beraneka potensi. Sehingga pada saat mati suripun pariwisata Bali tetap masih bisa dinikmati . ‘’Pariwisata budaya kita masih eksis dan mari berjuang bersama sama untuk mengembalikan kejayaan itu lagi,’’ ajaknya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Serikat Pekerja Pariwisata Seluruh Indonesia (PD FSP Par SPSI) Provinsi Bali, I Putu Gunanta Yadnya mengatakan buka border ini juga tergantung dari keberanian Pemerintah Provinsi Bali. “ Dukungan dari komponen dan pelaku pariwisata Bali sudah bulat untuk pembukaan border tersebut. Lihat saja, berbagai persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah pusat sudah disiapkan, dan sudah dilakukan,” katanya.

Sebut saja salah satunya, pelatihan pekerja pariwisata untuk menyambut tamu sesuai dengan prokes sudah dilakukan dan telah siap. “Menurut hemat saya, tidak ada alasan lagi untuk menunda pembukaan Pariwisata Bali di bulan Oktober ini, karena semuanya sudah siap tinggal menunggu keberanian pemerintah daerah Bali untuk mengambil sikap,” sebutnya.

Memang ada pro dan kontra untuk pembukaan pariwisata Bali, tetapi sebetulnya itu sangat relati ftergantung “kepentingannya”. Kalau yang diuntungkan dengan pandemi ini pasti tidak setuju pariwisata dibuka. “Saya berharap kepada pemerintah daerah agar melihat kenyataan, bahwa sebagian besar masyarakat Bali hidup dari pariwisata. Maka itu, kami kaum pekerja khususnya pekerja pariwisata yang tergabung dalam SPSI Provinsi Bali sangat berharap pariwisata segera dibuka sesuai rencana, jangan ada pembatalan lagi,” tutupnya berharap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us