Shenzhen Overseas Diskusi dan Luncurkan OCTF di Jimbaran Bay Resort Kedonganan Bali

Shenzhen Overseas Diskusi dan Luncurkan OCTF di Jimbaran Bay Resort Kedonganan Bali

Shenzhen Overseas Bussines Think Tank Research Institute (OBTTRI) menggelar Konferensi dan Pameran Perdagangan di Jimbaran Bay Resort Kedonganan, Senin (14/11). Selain menghadirkan sejumlah narasumber secara offline juga tampil tiga pembicara online dari Malaysia, China dan Vietnam. Konferensi untuk memperkuat kerjasama Indonesia China
diawali dengan peluncuran OCTF, sebuah lembaga yang menjadi hub untuk memperkuat, memudahkan dan memperlancar pengadaan barang dan jasa serta pusat penjualan kedua negara.

Director General of Shenzhen Overseas Chinese Think Tank, Cheng Wing SZE mengatakan tujuan konferensi dan seminar ini memperkuat kerjasama dalam bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata. “Kerjasama dalam bidang budaya. Ke depan kerjasama yang lebih nyata, lebih nyata dalam bidang ekonomi yakni ekspor dan import dari kedua negara. Alih teknologi juga akan menjadi prioritas dalam kerjasama kedua negara,” kata Cheng Wing.

Indonesia dan China telah membangun kerjasama selama 30 tahun dibidang perdagangan. Dengan kerjasama yang susah terbangun selama ini, berusaha membangun komunikasi baru di berbagi bidang untuk penguatan ekonomi dan perdagangan kedua negara. “Misalnya, perdagangan barang dan jasa yang menjadi keperluan kedua negara. Juga teknologi, dan yang tak kalah penting adalah kerjasama bidang farmasi dan obat obatan. Ke depan kerjasama ini akan lebih konkret dengan hadirnya OCTF,” sebut Cheng Wing

Sementra peluncuran OCTF ini untuk menjawab kerjasama hubungan ekonomi, pendidikan dan budaya. “Ke depan akan ada event sepanjang tahun atau minimal tiga bulan sekali. Dalam event itu ada bidang tertentu yang ditonjolkan secara berkala,” kata Cheng Wing.

Chairman of Teochew Association of Bali Island, Herry mengatakan, dengan kehadiran OCTF di Bali makin mempermudah kerjasama kedua negara yang lebih konkret di segala bidang. “Perkembangan Overseas Chinese lebih kuat dan jumlahnya sangat besar di seluruh Indonesia. Potensi yang sangat besar, sehingga lebih mudah membangun jaringan antar sesama pelaku usaha di berbagai bidang,” ujarnya.

Dalam sesi dialog berbagai komunitas memberi masukan untuk pengembangan kerja sama yang lebih konkret dengan hadirnya OCTF. Misalnya dari INTI Bali mengusulkan kerja sama dengan ahli kedokteran. “Tiongkok sangat terkenal dengan riset tentang stemsel yang luar biasa. Juga sangat pesat kemajuan di bidang ekonomi dan teknologi kesehatan. Ini yang perlu kerjasama yang konkret,” saran dari salah satu pengurus INTI Bali itu.

Sementara Dianto dari Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) mengusulkan kerjasama selama ini seperti budaya, pariwisata, dan pendidikan agar lebih diperluas dengan diluncurkan OCTF. “Kerjasama perdagangan, pariwisata, kesehatan, pendidikan dan budaya diperkuat lagi untuk jangka panjang,” ujarnya.

Konferensi dan Seminar diikuti seluruh komunitas China yang ada di Bali yakni Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok PSMTI , INTI Bali, MINNAN, Hakka, dan Jembatan Budaya School. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us