“Siat Yeh” dalam FAS 2021 Momentum Bangkit di Era Baru

“Siat Yeh” dalam FAS 2021 Momentum Bangkit di Era Baru

Gembira dan penuh semangat. Itulah suasana Siat Yeh (Perang Air) pada Festival Air Suwat (FAS) di masa pandemi Covid-19, Sabtu (1/1). Krama (warga) Desa Adat Suwat, Kabupaten Gianyar melaksanakan tradisi ini dengan riang gembira. Mereka, sungguh menikmati permainan air ini. Tak hanya datang dari kalangan anak-anak dan remaja, tetapi para orang tua juga keranjingan untuk dapat melempar air ke teman yang menjadi lawannya. Suara air yang melesat, berpadu dengan sorakan krama yang penuh semangat membuat suasana menjadi sangat menarik.

Ritual Siat Yeh kali ini, terasa sangat spesial karena bertepatan dengan Hari Raya Siwalatri. Hari di mana umat Hindu memuja Dewa Siwa, hari di mana umat berkontemplasi, merenungi laku diri untuk menapak langkah menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Pada era baru ini, FAS dijadikan momentum untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Kami berharap, pariwisata segera pulih dan aktivitas kembali, seperti sediakala,” kata Bendesa Adat Suwat, Ngakan Putu Sudibya.

FAS ke-7 bertema Bangkit Bersama Air digelar di catus pata atau perempatan desa dengan tujuan penyucian sekala niskala. Ritual ini dibuka mulai 28 Desember 2021 dengan agenda perang lumpur, tanggal 30 Desember 2021 dengan kegiatan mendak Tirta dan Siat Yeh di awal tahun baru menjadi acara penutup dalam rangkaian Festival Air Suwat 2021. “Kami mengangkat spirit sebagai festival. Sudah saatnya kita keluar dari kungkungan dan ketakutan berlebihan, namun tanpa mengabaikan kewaspadaan yakni menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Warga desa berdatangan sesaat setelah suara kulkul berbunyi. Mereka berkumpul di perempatan desa. Persembahyangan dipimpin sejumlah jro mangku di episentrum catus pata desa adat. Sedangkan krama duduk tersebar di empat penjuru arah. Setelahnya, Siat Yeh dimulai. Satu sama lain saling menyiram. Tawa terdengar di antara hiruk gemelan dan lemparan cipratan guyuran air. Gayung warna-warni bak pelangi seakan menyiratkan, meski berbeda pandangan dalam berbagai hal, namun kebersamaan akan selalu ada untuk membangun desa.

Festival ke-7 ini dimaknainya sebagai momentem membangun Visi Desa Adat 2024 menuju destinasi wisata air. Sejumlah tahapan sudah dilalaui, baik dari perencanaan, penataan, hingga terjujudnya desa yang memiliki objek wisata. Kini desa ini sudah memiliki objek wisata Suwat Waterfall, kemudian wisata sipritual pengelukatan Siwa Melahangge. “Kami berencana akan merealisasikan semua itu untuk membangun kemandirian ekonomi desa,” ungkap Sudibya penuh semangat. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us