SMK Parada Menuju Kelas Industri

SMK Parada Menuju Kelas Industri

SMK Pariwisata Dalung (Parada) selalu memiliki cara menarik untuk menciptakan siswa yang berkualitas. Meski di masa pandemi, upaya untuk menciptakan lulusan yang dapat diterima oleh industri, guru dan manajemen sekolah terus berinovasi. Termasuk melakukan kerjasama dengan industri. “Kali ini, kami melakukan penandatangan kerjasama dengan The Jayakarta Bali Beach Resort Residences & Spa. Kerjasama untuk memberikan oengalan pratek bagi para siswa, sehingga tidak gagap setelah terjun ke dunia industri perhotelan,” kata Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pariwisata Bali Dwipa, I Ketut Suanaya usai menandatangani MoU di The Jayakarta Bali Beach Resort Residences & Spa, Selasa (11/5).

Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan Bali Dwipa, I Ketut Suanaya yang didampingi Kepala SMK Prada, Ni Putu Trisnawati,S.Pd, sedangkan dari pihak hotel dilakukan oleh General Manager, Agus Tabah Wardhana yang didampingi HRM Nengah Panca Dana. Acara penandatangan itu disaksikan oleh para guru dan manejemen The Jayakarta Bali Beach Resort Residences & Spa.

Suanaya menjelaskan, penandatanganan naskah kesepahaman dengan The Jayakarta Bali ini penting untuk bisa memberikam pemahaman tentang dunia industri perhotelan kepada anak-anak SMK Parada. Sebelumnya, dirinya tidak memprediksi akan bisa melakukan kerjasama dengan industri. Sebab, kerjasama ini sangat penting bagi sekolah yang mengutamakan pratek dibidang jasa pelayanan. “Apa yang siswa dapatkan di sekolah kenyataannya sangat berbeda dengan di hotel. Saya mengucapkan terima kasih kepada GM Jayakarta Bali yang menyiapkan waktu dan lainnyan, untuk membantu kami dalam upaya membuat embrio berkualitas, sehingga kedepannya berguna,” ucapnya.

Suanaya merasa dalam mewujudkan anak-anak berkualitas itu, pasti memiliki tantangan sangat besar. Namun, karena mempunyai keyakinan untuk bisa membuat anak anak lebih bermutu, maka pihaknya harus siap. Tantangan pertama, sekolah harus cerdik mempersiapkan semua itu dengan kurikulum. “Kurikulum merupakan panglima dari sebuah sekolah. Namun, kami tidak ketat, sehingga bisa menyesuaikan atau menambah kurikulum. Penambahan kurikulum bisa menambah kualitas anak-anak. Kalau mengurangi kurikulum, itu yang tidak boleh,” ungkapnya.

Tantangan kedua, agar bisa mendapatkan lulusan bermutu, maka anak harus memiliki karakter hingga beraklak. Ini memang sulit, tetapi kalau sudah tahu jalannya pasti bisa menuju kualitas anak bermutu dan beraklak itu. “Kuncinya anak-anak harus mempunyai karakter, profesiaonal dan punya kompetensi. Karena dalam perubahan kedepan, hal itu sangat diperlukan. Apabila ada persaingan, kami siapkan anak-anak datas standar satu level. Kami sangat meyakini itu, apalagi dibantu industri. Kami sangat memerlukan bantuan dari industri,” ucapnya.

Agus Tabah mengatakan, kerjasama dengan SMK Parada suatu langkah awal untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kedepannya. Untuk membentuk SDM tangguh karena terjadi kolaborasi antara kurikulum dan Satandar Operasional Prosedur (SOP) dari masing asing hotel, sehingga setelah menyelesaikan akdemis di sekolah, maka sudah siap bertaruh di industri. “Jujur ini merupakan tantangan berat untuk industri. Disamping menjalankan tugas, kami juga harus membagi ilmu secara nyata agar bisa menambah wawasan dibidang industri pada siswa SMK Parada. Dalam kerjasama ini akan ada cross, kami lebih kenal dengan pratek, tetapi ibu dan bapak sebagai guru kental dengan teori. Disini trrjadi kawin masal antara pihak sekolah dan industri,” imbuhnya.

Pendidikan di sekolah itu diatur oleh kurikulum yang berbasis pada teori, tetapi dalam pengembangannya ada langkah-langkah yang belum masuk dalam kurikulim. Kekurangan dalam kurikulum itulah yang akan dilakukan oleh industri, sehingga mampu melahirkan anak didik yang memiliki sumber daya yang tangguh. “Sebut saja saat sekarang ini kita dihadapkan pada new era dengan menerapkan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Sementara di kurikulum sekolah tak ada new era dan CHSE standar. Padahal saat menghandel tamu harus ada CHSE standar itu. Maka itu CHSE standard itu bisa diterapkan pada pendidikan anak-anak di sekolah,” paparnya.

Agus Tabah kemudis berharap kerjasama ini dapat memberi sesuatu yang lebih kepada sekolah. Sebagai pekerja di industri, pihaknya akan lebih banyak memberikan pratek, sehingga siap terjun dalam industri hotel. Di samping itu, juga akan memberikan ilmu yang ada di dunis industri, seperti adminstrasi keuangan hotel, digital marketing dan yang terpenting cara menjalani new era. Sekarang ini, pariwisata memang hancur akibar pandemi. Ekonomi Bali bahkan minus 18 persen. “Kita ini diuji, maka tak perlu menyerah. Jangan kendor mendidik anak-anak untuk menghasilkan SDM yang tangguh. Pariwisata akan kembali menjadi lebih baik, yang penting tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai yang diterapkam pemerintah,” tutupnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us