STIKes Wira Medika Gelar Pengobatan Komplementer pada Masyarakat

STIKes Wira Medika Gelar Pengobatan Komplementer pada Masyarakat

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) Wira Medika Bali mengadakan Pengabdian Masyarakat “Promotif dan Kuratif Melalui Pengobatan Komplementer (Prona Healing, Akupunture, Hipnotherapi, Bekam dan Akupressure) di Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Minggu (5/12). “Mudah mudahan program ini dapat membantu serta memberi solusi terkait penanganan kesehatan masyarakat terutama ditengah pandemi Covid-19,” kata Walikota Denpasar, I.GN Jaya Negara mengapresiasi program pengabdian masyarakat oleh STIKes Wira Medika Bali itu.

Pengabdian dalam bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara ditekankan jenis pengobatan komplementer atau penggunaan jenis terapi tradisional kedalam pengobatan modern yang dapat memberi masyarakat tambahan pilihan dalam mengatasi masalah kesehatan. “Kami koordinasikan juga program ini kedepan dapat dilaksanakan menyeluruh diseluruh wilayah Kota Denpasar agar dampaknya dapat lebih dirasakan seluruh masyarakat Kota Denpasar,” papar Walikota Jaya Negars.

Ketua Yayasan Wira Medika Bali, I Nyoman Gede Astina bersama Ketua Stikes Wira Medika Bali, Dewa Agung Sudarsana saat ditemui mengatakan, program Pengabdian Masyarakat STIkes Wira Medika Bali di wilayah Desa Peguyangan Kaja, Denut kali ini bertujuan memperkenalkan serta mensosialisasikan jenis pengobatan Konplementer.

Jenis pengobatan komplementer atau terapi tradisional diluar medis seperti terapi akupressure, akupuntur, bekam dan terapi prana. “Kami perkenalkan dan kami sediakan pelayanannya kepada masyarakat. Selain juga kami tetap menyediakan pelayanan cek gula darah serta tensi. Tenaga kesehatan yang melayani dalam program kali ini berasal dari Alumni STIkes Wira Medika Bali dan mahasiwa STIkes Wira Medika,” ucapnya.

Program pengabdian masyarakat di Desa Peguyangan Kaja ini sekaligus menjadi edukasi masyarakat pentingnya kesehatan dan mengecek kesehatan sejak dini. “Sembari memanfaatkan pengobatan komplementer sebagai pilihan penyembuhan alternatif,” ujarnya.(BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us