Suasana Monkey Forest Ubud di Tahun Baru 2022

Suasana Monkey Forest Ubud di Tahun Baru 2022

Kerinduan wisatawan untuk bisa jalan-jalan ke Daya Tarik Wisata Monkey Forest Ubud, telah terobati pada liburt akhir tahun 2021 dan tahun baru 2022. Buktinya, wisatawan yang didominasi oleh domestik dan masyarakat lokal ramai-ramai berwisata di DTW yang beralamat di Jalan Monkey Forest, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar itu. Namun, suasana kunjungan wisatawan di masa pandemi sedikit berbeda, yakni semua pengunjung memakai masker, wajib mencuci tangan dan check suhu sebelum masuk areal kawasan objek.

Pagi menjelang siang hari itu, pengunjung memang mulai berdatangan untuk menyaksikan satwa monyet yang lucu itu. Mereka yang baru masuk ke kawasan parkir, disamping wajib melakukan pengecekan suhu, juga melakukan scan QR Code untuk applikasi Pedulilindungi. Monkey Forest merupakan objek wisata alam yang terbuka, sehingga trek diatur rapi. Wisatawan pun tanpa ada yang berdesak desakan. Mereka tampak enjoy dan sumringah mengunjungi DTW yang berlokasi di Desa Padang Tegal itu.

General Manager, Nyoman Sutarjana mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan meningkat sekitar 30% pada liburan Natal sampai 31 Desember 2021. Sedangkan libur tepat pada tahun baru, 1 – 2 Januari 2022 ada kenaikan sekitar 50% dari hari biasanya. Kunjungan wisatawan di masa pandemi ini, masih didominasi wisatawan nusantara, dan lokal. “Kunjungan wisatawan manacanegara juga ada, tetapi jumlahnya masih sedikit. Mungkin saja mereka wisatawan yang sudah lama tinggal di Bali. Artinya tak pulang walau suasana pandemi,” ungkap Sutarjana, Minggu (2/1).

Aktifitas tamu, seperti biasa yaitu keliling areal hutan menikmati segarnya udara sambil menikmati tingkah polah monyet yang menjadi penghuni hutan tropis itu. Ada pula yang berfoto dengan latar belakang hutan dan monyet yang lucu. Ada yang berfoto dengan monyet, ada pula yang memberikan pakan monyet yang dipandu oleh petugas di areal DTW. Aktivitas memberi makan monyet juga diminati para wisatawan. “Kami tetap menyiapkan petugas yang selalu siaga di tengah hutan. Disamping untuk menjaga kenyamanan, petugas ini juga selalu mengingatkan wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes),” imbuhnya.

Sutarjana mengatakan, penerapan prokes itu sudah dilakukan semenjak buka kembali dengan menjalankan tatanan kehidupan era baru. Apalagi, saat ini Ubud ditetapkan sebagai wilayah green zone, sehingga Monkey Forest sebagai objek wisata di kawasan Ubud mesti mendukungnya dengan menjalani tatanan kehidupan era baru serta menerapkan prokes secara ketat, serta menyiapkan klinik. “Monkey Forest Ubud sudah mengantongi Certificate Cleanliness, Health, Safety, dan Environmen (CHSE) karena sebelumnya sudah diadakan assesement oleh pemerintah,” tegasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us