Superlative Gallery Legian Sajikan Karya Seni Digital

Superlative Gallery Legian Sajikan Karya Seni Digital

Manisnya jumlah kunjungan wisatawan akhir bulan Desember 2021 lalu, memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata di Bali. Hal itu mampu membangkitkan semangat baru bagi pengelola wisata untuk bersolek kembali menyapa para pelanggannya. Bahkan, tak sedikit tumbuh destinasi-destinasi baru yang layak untuk dikunjungi. Salah satunya Superlative Gallery, sebuah atraksi wisata baru yang menyajikan ratusan karya seni lukis dalam bentuk digital. Lokasinya ada di pusat wisata Kuta, tepatnya Jalan Legian No 99, Kuta, Badung, Bali.

Superlative Gallery yang diluncurkan Superlative Secret Society (SuperlativeSS) pada Selasa 11 Januari 2022 merupakan offline galeri Non Fungible Token (NFT) pertama di Indonesia. Lokasinya sangat strategis, berada di kawasan wisata internasional, dan hanya beberapa meter sebelum Monumen Bom Bali. Wisatawan atau masyarakat pecinta seni bisa mengunjunginya, dengan syarat utama wajib mematuhi prorokol kesehatan (prokes).
Karya seni yang disajikan merupakan kumpulan koleksi avatar karya seni SuperlativeSS dipamerkan pada sebuah galeri permanen bernama Superlative Gallery.

Di dalam gallery terdapat dua layar besar yang menayangkan berbagai jenis karya yang dipamerkan. di setiap dinding kemudian menampilkan layar-layar dalam ukuran kecil yang juga menayangkan aneka karya seni lukis yang indah dan sarat pesan. Di tengah-tengahnya, terdapat ruangan yang khusus menyajikan informasi terkait gallry, SuperlativeSS dan komunitas NFT melalui tayangan. “Kami sangat antusias mempersiapkan pembukaan dan menjalankan operasional Superlative Gallery ini,” kata Ilustrator & Founder SuperlativeSS Moh. Arif Wijaksana disela-sela pembukaan Superlative Gallery, Selasa (11/1).

Motif lukis dan warna yang digunakan sangat khas. Karya itu mengisahkan penduduk Malaka yang didalamnya ada Cipil War dan musuhnya bernama Refus. Karya seni ini merupakan hasil kristalisasi dari emosi-emosi positip dan negatif dari manusia. Mak disitu ada kepala, badan, makler, jubah, tengkorak, dan warnanya lebih ke summer, musim panas. “Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami dapat mengakomodir rekan seniman asli Indonesia, untuk bergabung dan berkembang bersama di era digital aset seperti NFT,” tambah Arif Wijaksana.

CEO & Founder, Prasetyo Budiman menyatakan, Superlative Gallery dirancang untuk mewadahi para seniman dan kolektor item NFT di seluruh dunia. “Selama ini kami hanya berinteraksi dan bergerak secara online. Oleh karena itu, melalui Superlative Gallery para holder dapat saling berbagi informasi, sekaligus mengedukasi cara kerja NFT kepada semua orang khususnya seniman lokal di Indonesia,” ucapnya.

Melalui Superlative Gallery, pihaknya berharap dapat berkontribusi lebih banyak untuk memajukan industri digital creative dan aset digital sekaligus menghidupkan kembali sektor pariwisata lokal melalui hasil karya seniman asli Indonesia. Selain meluncurkan offline galeri, SuperlativeSS juga ingin menjangkauaudiens lebih luas lagi. Karya asli anak Indonesia melalui SuperlativeSS, akan terpampang di Times Square, New York, Amerika Serikat, dengan durasi tayang selama 1.35 menit, selama 7 hari.

Antusiasme para holder dan penikmat karya seni SuperlativeSS akan dijawab melalui teaser REPUS yang akan ditampilkan bersamaan dengan pembukaan Superlative Gallery. REPUS merupakan koleksi terbaru NFT seri kedua dari SuperlativeSS. Beberapa karya senidan original poster NFT SuperlativeSS sudah terdaftar hak ciptanya di HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan saat ini sudah mendaftar untuk sertifikasi merek dagang resmi. “Setelah pembukaan ini, lima hari kedepan, akan menyajikan beragam talkshow interaktif dari praktisi blockchain, NFT dan cryptocurrency,” pungkasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us