Tabanan Ekspor Coklat Organik ke Pasar Qatar

Tabanan Ekspor Coklat Organik ke Pasar Qatar

Mayoritas penduduk Kabupaten Tabanan yang mata pencahariannya bergerak dibidang pertanian merupakan sektor yang penting dalam pembangunan perekonomian. Terbukti, sektor tersebut dapat diandalkan karena mampu menembus pasar ekspor. Salah satu sub sektornya adalah holtikultura, yakni komoditi Coklat Organik Cau Chocolates Bali yang diekspor ke Pasar Qatar.

Atas prestasi tersebut, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM, memberikan apresiasi sekaligus melakukan pelepasan perdana ekspor Coklat Organik Cau Chocolates Bali sebanyak 3 ton yang dikirim melalui truck kontainer ke Pasar Qatar, ditandai dengan pemotongan pita, Senin, (19/4) di depan kantor PT. Cau Coklat Internasional (CCI), Desa Cau, Kecamatan Marga, Tabanan.

Bupati Sanjaya mengaku senang. “Sangat luar biasa, kita sangat bangga dengan prestasi ini. Dulu saya hadir kesini pertama kali meresmikan rumah coklat disini dan melakukan banyak perbincangan. Saya memiliki keyakinan, rumah coklat ini akan menjadi terkenal dan terbukti hal itu terjadi sampai ekspor ke Qatar. Ini sangat luar biasa. Saya sangat bangga, saya sangat bangga,” katanya.

Atas nama Pemkab dan masyarakat Tabanan, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap gagasan, ide, dan kegiatan dari perusahaan PT. CCI ini. Ia berharap, gagasan, ide ini menjadi inspirasi bagi pengusaha-pengusaha lainnya, bukan hanya yang bergerak di sektor komoditi coklat saja, karena Tabanan memiliki banyak keunggulan komoditi, sehingga Tabanan betul-betul memiliki daya saing yang handal.

Apalagi visi misi Kabupaten Tabanan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). “Kegiatan ini memiliki keunggulan dengan daya saing yang tinggi, sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sangat sejalan dengan visi misi kita di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Kabupaten Tabanan memiliki potensi yang sangat luar biasa khususnya dibidang pertanian. Kalau sektor ini lebih dioptimalkan, dikatakannya akan sangat menguntungkan seluruh elemen masyarakat di masa pandemi ini. Namun, Sanjaya juga tidak memungkiri selama ini masyarakat Tabanan sangat dmanjakan dari sektor pariwisata, sehingga sektor pertanian tidak betul-betul dioptimalkan.

Memang sektor pariwisata sangat menjanjikan dan memberikan kemudahan dalam mendapatkan sesuatu, hampir 75 persen anak muda di Tabanan menggantungkan kehidupannya di sektor pariwisata. “Tapi dalam masa pandemi ini, meskipun kita juga merasa sangat prihatin dan membawa kita dalam kondisi susah namun juga ada sisi baiknya pada sektor pertanian yang menjadi unggulan di Tabanan,” imbuhnya.

Bupati Sanjaya mengajak seluruh elemen masyarakat Tabanan, khususnya generasi muda agar mencintai sektor pertanian. Karena menurutnya, generasi muda, generasi meillenial yang penuh kreativitas dan inovasi mampu mendorong kemajuan sektor pertanian yang menjadi andalan di Kabupaten Tabanan Tabanan dan Pemerintah sangat berharap serta menunggu hal itu bisa terwujud.

Mudah-mudahan, apa yang digagas oleh Bapak Kadek Surya Prasetya Wiguna ini akan menjadi sebuah inspirasi buat masyarakat Tabanan termasuk generasi muda. “Dengan begitu bukan hanya rumah coklat Cau ini saja yang bisa kita ekspor tapi komoditas yang lainnya mampu menyusul, seperti beras merah, kopi, buah dan lain sebagainya,” harap Sanjaya.

Sebelumnya, CEO Cau Chocolate Bali, Kadek Surya Prasetya Wiguna, menyampaikan bahwa, hari ini merupakan hari yang cukup bersejarah bagi pihaknya yang sangat patut disyukuri. Ia menjelaskan, hasil olahan Coklat yang diekspor saat ini adalah hasil para Petani Tabanan dan Jembrana. Produk ini bisa sampai dikenal Dunia karena produk Cau Coklat telah mengantongi berbagai sertifikat Internasional.

Produk Cau Coklat Internasional bisa masuk pasar Qatar, karena telah mengantongi berbagai sertifikat. Antara lain Organik Amerika, Organik Eropa, Organik Indonesia serta pabrik kami telah terstandarisasi BPOM, GMP dan yang terakhir adalah ISO 9001: 2015. Dari tahun 2020 hingga saat ini pandemi Covid-19 telah meluluh lantahkan sektor perekonomian, apalagi Bali mengalami ketergantungan pada sektor Pariwisata. Tapi tahun ini, Ia memiliki keyakinan Tabanan bisa bangkit karena kita memiliki pemimpin hebat yang baru. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us