Taman Nusa Taati Keputusan Pemerintah

Taman Nusa Taati Keputusan Pemerintah

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang sebelumnya bernama PPKM Darurat, kini diperpanjang seminggu lagi, hingga 9 Agustus 2021. Dengan kebijakan baru ini, secara otomatis pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) juga ikut memperpanjang masa tidak menerima kunjungan wisatawan, sehingga pemasukan pasti menjadi selalu zero. Hal itu, tentu membuat para pengelola DTW harus memutar otak agar bisa menjaga destinasi tetap lestari dan asri. “Selama perpanjangan PPKM level 4 dan 3 di wilayah Jawa dan Bali, dan sesuai instruksi dan surat edaran pemerintah, maka Taman Nusa memperpanjang masa tutup,” kata General Manajer I Nyoman Murjana, Selasa (3/8).

Selama PPKM ini tempat wisata ditutup sementara dan akan dibuka kembali mengikuti himbauan pemerintah selanjutnya. Walau statusnya tidak beroperasi, tetapi kebersihan dan perawatan terhadap objek tetap dilakukan, sehingga pengelola menerapkan operasional terbatas. Hal itu dilakukan dalam pembersihan oleh karyawan pada bagian house keeping dan garden serta penjagaan dari petugas keamanan. “Manajemen hanya menugaskan seorang kepala departemen atau HOD sebagai manager on duty yang bertugas memonitor dan memastikan operasional terbatas selama PPKM berjalan lancar,” paparnya.

Murjana mengatakan, pendapatan perusahaan pada saat taman wisata dibuka pada masa pandemi tidak stabil, bahkan sangat amat rendah. Hal tersebut tidak mencukupi untuk biaya operational DTW yang mengandalkan perpaduan alam dan budaya ini. Walau dengan efisiensi dan operational terbatas, biaya untuk perawatan daya tarik objek ini masih kurang. Agar operasional bisa berjalan setiap bulannya disupport oleh owner sesuai dengan kemampuannya dan manajemen mengatur dengan skala prioritas yang ketat. “Finansial owner juga sangat terdampak akibat wabah global pandemi Covid 19 yang berlangsung lebih dari 1,5 tahun ini, sehingga pemeliharaan area rumah hanya dengan pembersihan tanpa mampu memperbaiki,” lanjutnya.

Beberapa bangunan sudah tampak harus diperbaiki karena atap yang berbahan alang alang, ijuk itu sudah menipis, sehingga perlu ditambah. Demikian pula plapon rumah adat sudah ada yang lapuk, sehingga perlu ada perbaikan. Karena itu, dengan adanya perpanjangan PPKM level 4 ini, pihaknya tidak bisa berharap banyak. “Kami tetap optimis bahwa kondisi ini pasti akan berlalu dengan sinergitas seluruh pengampu kepentingan, penthahelix pariwisata, bersama bahu membahu untuk pariwisata Bali bangkit dan pulih, seperti sedia kala,” ucapnya berharap.

Pria kalem ini menegaskan, pengelola Taman Nusa selalu mengikuti instruksi pemerintah. Sejak pemerintah menerapkan kebijakan PPKM berbasis mikro, DTW ini ikut penerapan PPKM berbasis mikro. Bahkan, palaksanaannya lebih ketat, karena disetiap sudut dijaga oleh petugas yang selalu mengingatkan untuk selalu disiplin Protokol Kesehatan (Prokes). “Saat penerapan PPKM berbasis mikro itu, masih ada kunjungan yang hanya 50 persen, namun sejak 3 Juli hingga perpanjangan PPKM level 4 kunjungan kosong karena memang tidak beroperasi,” sebutnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us