Tari Palawakya “Tanah Air Indonesia”

Tari Palawakya “Tanah Air Indonesia”

Tersebutlah, sebuah cipta seni tari menguak di Bali Utara pada sekitar tahun 1940-an. Tari yang diberi nama Palawakya itu merupakan perpaduan tiga elemen seni yaitu tari sebagai idiom utama, permainan instrumen trompong dan alunan tembang yang keduanya juga dibawakan oleh penari itu sendiri. Kompleksnya lagi, koreografinya berungkap dengan dua karakter yaitu maskulin energik dan diakhiri dengan perwatakan keras lugas bebarisan, tari keprajuritan Bali. Bisa jadi karena itu, tari Palawakya kurang begitu berani disuntuki para pegiat seni tari. Padahal keseluruhan pancaran estetik dengan guratan pesan moralnya–diungkapkan oleh seorang pengartos (penerjemah) yang duduk di sisi penari—sarat bobot.

Adalah seorang penari muda, Sri Ayu Pradnya Larasari yang akrab disapa Laras, mendalami dan menebar pesona tari ini. Bersama kakak kandungnya, Bagus Bratanatyam, perempuan 23 tahun lulusan S1 dan S2 bidang seni tari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar telah menyajikan tari di penjuru pelosok Bali, Lombok, dan Yogyakarta bahkan hingga ke luar negeri. Sajian tari Palawakya yang disuguhkannya, selain tetap kokoh dengan identitas koreografi dan busana tari ciptaan Pan Wandres (I Wayan Paraupan) dari Desa Jagaraga, Sawan, Buleleng, ini, yang menarik adalah tema dan pesan moralnya yang kontekstual. “Konteks desa-kala-patra, di mana kita tampil, siapa penontonnya dan bagaimana situasi serta atmosfernya, sangat kami pertimbangkan,” ujar Laras seusai membawakan tari Palawakya di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV 2022 lalu.

Bersama Sanggar Seni Siwanataraja Sukawati yang dipimpinnya, Laras tampil pada pamuncak pagelaran dengan tema “Tanah Air Indonesia”. Lazimnya, tema tari Palawakya diangkat dari karya sastra klasik seperti Ramayana dan Mahabhrata. Sedangkan Laras dan pengartos-nya mengelaborasi tema kekinian namun masih anut dengan bingkai sekar ageng kakawin. Itulah sebabnya mereka telah mengkoleksi sejumlah naskah kekawin dan teks terjemahannya. Belum lama ini untuk kepentingan rekaman video yang diayomi Pemda Bali, diketengahkannya tema “Sat Kerti Loka Bali”.

Sedangkan ketika pentas di perhelatan PKB 2022 tersebut, sajian tari Palawakyanya dituturkan menggambarkan seorang empu seni berolah cipta, memuliakan nilai-nilai seni tradisi yang dikembangkan sarat pesona, memuat kearifan budaya dan mewejangkan kebeningan luhur peradaban. Bagaimana kearifan adab tanah pertiwi, sebagai tematik persembahan Tari Palawakya pada malam itu, diusung sebagai wejangan moral dalam mensyukuri serta memuliakan anugrah air di bumi Nusantara (Indonesia).

Tak kurang dari 15 menit penonton tertegun kagum menyaksikan ungkapan tari, titian permaian instrumen trompong dan olah vokal tari Palawakya tersebut. Aksentuasi tentang Tanah Air Indonesia meluncur dari ungkapan pengartos. “Kauripan manusia ring jagat kaempon antuk sayang lan baresne i tanah, bumi pertiwi. Yening rerehang ring kauripan paiketan wangsa Indonesia, pertiwi lan tirta punika: tanah air yang wajib bersama kita kawal keutuhannya, kesatuan dan persatuannya.” Aksentuasi cinta tanah air itu mendapat persetujuan tepuk tangan dari para penonton yang menyesaki Gedung Ksiarnawa.

Memang, ungkap Laras, ada juga kritik yang intinya kurang menerima kreativitas yang tak pernah henti jelajahinya. “Wajar, orang yang berpaham konservatif bisa jadi menuding menodai keaslian tari Palawakya. Padahal bila mau buka mata, hati, nalar dan kearifan kultural, pakem estetik tari ini justru dirawat dan dibinarkan. Kenapa temanya dikontekstualkan karena adanya gemuruh di hati saya untuk menjalin komunikasi estetik dan moral kepada masyarakat penonton,” tegas Laras yang disetujui oleh Natya, panggilan akrab Bagus Bratanatyam.

Natya menambahkan, saat pentas di Singapura pada tahun 2017, terjemahannya menggunakan bahasa Inggris dan Melayu, walau kumandang kakawin-nya yang dilantunkan Laras berbahasa Kawi (Jawa Kuno). Kiat estetika desa-kala-patra oleh duet seniman muda Bali ini agaknya perlu diberi ruang dan dukungan. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us