Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung akan menggelar Upacara Tawur Agung Kesanga dalam rangka pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1943 pada tahun 2021. Upacara Tawur Agung Kesanga akan digelar pada hari Sabtu 13 Maret 2021 dengan mengambil tempat di Catus Pata Desa Adat Kerobokan. Demi tertib dan lancarnya kegiatan Tawur Agung Kesanga, Dinas Perhubungan akan melakukan pengalihan arus lalu lintas di Simpang Gunung Sang Hyang, Catus Pata Desa Adat Kerobokan mengingat Simpang, perempatan akan dipergunakan untuk kegiatan upacara Tawur Kesanga.
Kadis Perhubungan Badung AA. Ngr Rai Yuda Dharma mengatakan, manajemen rekayasa lalu lintas atau pengalihan arus lalu lintas dalam rangka Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Desa Adat Kerobokan dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan yang persuasif bagi pengguna jalan,. “Dan bersifat terpadu karena akan melibatkan pihak kepolisian dari Polres Badung serta Pecalang Desa Adat Kerobokan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (9/3).
Disamping itu penutupan arus lalu lintas di ruas jalan yang akan menuju Catus Pata, juga menerapkan pola selektif dan prioritas bagi pengguna jalan yang berdomisili di ruas jalan tersebut. “Usahanya berada di ruas jalan yang ditutup tetap akan diijinkan melintasi jalan tersebut sesuai dengan kepentingan masing-masing. Apabila ada pengguna jalan yang sampai menerobos ke Catus Pata dengan alasan yang tidak jelas, petugas di Catus Pata akan memutar balik pengguna jalan sesuai arah tujuan perjalanannya,” ungkapnya.
Mantan Kabag Kesra ini menambahkan, pengalihan arus lalu lintas tersebut akan dimulai pada hari Jumat 12 Maret 2021 mulai pukul 10.00 Wita sampai dengan Sabtu 13 Maret 2021. Arus lalu lintas akan kembali dinormalkan pada hari Sabtu 13 Maret 2021 setelah selesainya upacara Tawur Agung Kesanga. “Dinas Perhubungan akan menurunkan kekuatan dengan jumlah personil 177 orang gabungan antara Petugas Lalu Lintas di Induk dan di UPT LLA Badung Selatan yang akan bertugas menjaga dan mengatur lalu lintas di simpang-simpang yang ditutup,” ucapnya.
Sementara di simpang lainnya yang diperkirakan akan terjadi kekroditan arus lalu lintas, dimana waktu penugasan dengan pola shift dari shift pagi, siang dan sore. “Pengendali Operasional Lapangan ditugaskan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Ka. UPT LLA Badung Selatan. Kepada para pengguna jalan atau bagi yang berkepentingan pada saat itu agar mengambil jalan alternatif lainnya untuk menghindari kekroditan atau kemacetan lalu lintas,” tegas mantan Camat Kuta Utara ini. (BTN/bud)
Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *