Tim Yustisi PPKM Kabupaten Tabanan Intens Gelar Sidak

Tim Yustisi PPKM Kabupaten Tabanan Intens Gelar Sidak

Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Tim Yustisi Tabanan yang merupakan Tim gabungan dari TNI, Polri, Kasatpol-PP, Dinas Perhubungan dan BPBD Kabupaten Tabanan serta dibantu petugas Kecamatan, secara intens melakukan sidak di wilayah Tabanan. Hal itu, guna meminimalisir penyebaran pandemi Covid-19 di masyarakat. “Dalam sehari, tim yustisi PPKM menurunkan 10 regu ke lapangan yang terbagi menjadi 2 shift, yakni shift pagi dan malam,” kata Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba, Kamis (14/1).

Sesuai data yang ada, dari mulai penerapan PPKM, yakni tanggal 11 januari 2021 sampai 22 januari pagi, tercatat ada sebanyak 122 orang denda (tidak menggunakan masker). Masing-masing pelanggar dikenakan denda sebanyak Rp. 100 ribu, dengan total sebanyak Rp. 12,2 juta masuk ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Tim Yustisi tidak serta merta menindak masyarakat yang melanggar. Pelanggan yang dikenakan sanksi adalah pelanggar yang benar-benar tidak menggunakan atau memakai masker. Bahkan dalam sidak tersebut, hampir ribuan masyarakat yang diberi sanksi teguran lisan dan ratusan orang diberi sanksi teguran fisik, seperti melakukan kegiatan sosial dan push up. Kegiatan ini lebih kepada edukasi dan sosialisasi untuk lebih mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi prokes yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam melakukan penindakan, pihaknya lebih menitik beratkan kepada pelanggar yang tidak menggunakan ataupun tidak membawa masker. Pihaknya tidak serta merta memberi denda, namun lebih kearah edukasi ataupun sosialisasi kepada masyarakat. “Bahkan banyak yang seperti itu, dan yang kami hukum push up juga banyak. Cuma yang benar-benar kita denda yang tidak pakai masker,” ujarnya.

Pihaknya terus berlanjut melakukan penindakan, bahkan dilakukan dua kali dalam sehari. Ia juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat Tabanan agar tidak membandingkan kasus di Tabanan dengan daerah lain yang wilayahnya lebih padat, luas dan heterogen. Ia juga tidak memungkiri pelanggaran itu mungkin akan bertambah terus kedepannya dalam penerapan PPKM ini.

Pihaknya juga terus berupaya mengingatkan seluruh elemen masyarakat Kabupaten untuk tidak panik dan selalu mentaati anjuran Pemerintah untuk selalu disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan pada air mengalir dengan sabun dan menjaga jarak). (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us