” Timeless Art Exhibition and Culinary ” Nyoman Gunarsa dan Wayan Bendi di Konderatu Beach Club

” Timeless Art Exhibition and Culinary ” Nyoman Gunarsa dan Wayan Bendi di Konderatu Beach Club

Bagai wangi bunga, pameran karya maestro I Nyoman Gunarsa dan I Wayan Bendi (koleksi Konderatu Beach Club) serta 7 karya lukis I Gede Made Surya Darma di Konderatu Beach Club, Kuta, Badung. Seniman, pecinta seni dan masyarakat biasa mengalir datang untuk menyaksikan karya seni yang memang unik itu. Bahkan, Pangelingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra beserta Penglingsir Puri Agung Singaraja Anak Agung Ngurah Ugrasena sempat menyaksikan pamera itu, sekaligus memberi apresiasi ajang seni bertajuk Timeless Art Exhibition and Culinary itu.

Ida Dalem mengatakan, pameran seperti ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi dan sekaligus promosi bagi seniman, sehingga perlu didukung oleh pecinta seni agar para seniman dapat terus berkarya. Demikian pula Penglingsir Puri Agung Singaraja yang menyampaikan, pameran lukisan yang bekerja sama dengan Yayasan Konderatu di Kelan Beach Kedonganan Tuban ini sangat penting sebagai inspirasi bagi generasi muda, khususnya pelukis muda agar terus berkarya dan memberi warna dalam bidang senirupa. “Kami mengapresiasi karya senirupa I Gede Made Surya Darma yang memiliki nilai seni spesifik dan unik. Kami mendorong untuk terus berkarya demi Bali dan Indonesia. Lagian, kemampuan seni perupa muda ini sangat dalam,” papar para penglisngsi puri ini kompak.

Kunjungan kedua penglingsir puri itu sangat berarti bagi owner Konderatu Beach Club, Herlinda Siahaan dalam perjuangannya untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia. Hal ini merupakan cita-cita Konderatu Group Konderatu sebagai berkat bagi seniman, budayawan dan masyarakat nusantara. “Pada event sebelumnya, yakni tahun 2017, ada tujuh kesultanan hadir memeriahkan Timeless Indonesia Festival yakni Puri Klungkung, Puri Buleleng, Kesultanan Sumedang Larang, Kesultanan Minangkabau, Kesultanan Deli, Kedatuan Luwu dan Kesultanan Cirebon dengan serangkaian penampilan tari tradisional, atraksi budaya dan peragaan busana,” kata Herlinda Siahaan.

Timles Art Exhibition kali ini memang dikemas berbeda, karena adanya pandemi Covid-19. Konderatu menggandeng beberapa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan mengadakan Food Beverage, Cocktail, Artefact & Textile, Handicraft, Foot Massage, Hair Cut, Fashion, and Virus Keeper. Kegiatan ini melebur dalam satu kesatuan acara, sebagai ajang pemulihan ekonomi di masa pandemi, dengan menggandeng seniman I Gede Made Surya Darma, salah satu perupa muda Bali yang aktif di dalam kegiatan kesenian, baik di tingkat nasional maupun international. “Surya Darma sudah memamerkan dan mempertunjukkan karya seninya di beberapa negara, seperti Jerman, Japan, Myanmar, Philippine, Austria, India, dan Malaysia. Sedangkan di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan Bali,” paparnya.

Tujuh lukisan karya I Gede Made Surya Darma, bertemakan buah-buahan. Salah satu karyanya berjudul Out Of The Box, merespons pandemi Covid-19. Ketika banyak orang berpikir dari sisi negatif tentang pandemi Covid-19, justru Surya Darma mencoba berpikir dari sisi positif, menyemangati diri untuk beradaptasi dengan keadaan ini. Lukisan yang berjudul Out Of The Box itu dipilih oleh Raja Klungkung untuk dikoleksi. Begitu juga Penglingsir Puri Singara memilih karya berjudul Red wine yang merupakan refleksi dari pandemi Covid-19. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us