TP PKK Gianyar dan Evette Rose Resmikan Trauma Center and Stress Management

TP PKK Gianyar dan Evette Rose Resmikan Trauma Center and Stress Management

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar yang diwakili Sekretaris TP PKK Ni Wayan Sriyani meresmikan berdirinya Trauma Center and Stress Managemen by Evette Rore di The Mansion Hotel Restaurant and SPA, Rabu (22/12). Trauma Center and stress management merupakan suatu kegiatan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami trauma atau stress akibat berbagai situasi.

Founder Metaphysical Anatomy Technique, Evette Rose mengatakan, alasan didirikannya trauma center and stress management karena melihat kondisi masyarakat Bali di masa pandemi yang kurang baik, bencana alam di beberapa daerah, dan makin maraknya kejahatan dan kekerasan yang mengakibatkan dampak buruk pada kehidupan masyarakat khususnya kesehatan mental. “Saya berharap dengan didirikannya trauma center and stress management akan mampu memberikan pendampingan kepada masyarakat,” ucapnya.

Wayan Sriyani mengungkapkan, dengan adanya trauma center and stress manajemen akan menjadi tempat bertukar pikiran atau mengeluarkan keluh kesah masyarakat. “Dengan adanya trauma center and stress management akan menjadi tempat bertukar pikiran atau pendampingan sehingga masyarakat dapat mengelola pikirannya atau mentalnya agar tetap sehat,” ujarnya.

Program tersebut sejalan dengan program yang digaungkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar yang menekankan pada kesejahteraan keluarga dengan menerapkan pola asuh anak dan remaja sehingga terwujud kesejahteraan keluarga. Disamping itu, TP PKK Kabupaten Gianyar juga telah meluncurkan program Posyandu Sehat Rohani dan Jasmani (Seroja) Aman. “Kami di PKK juga punya program serupa yaitu Posyandu Seroja Aman yang akan melayani masyarakat dalam hal kesehatan mental. Program ini digagas langsung oleh Ketua Dayu Surya Adnyani Mahayastra dan sudah dijalankan oleh 21 desa di Kabupaten Gianyar,” imbuhnya.

Posyandu Seroja Aman melayani kesehatan masyarakat atau anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa atau mental secara terpadu dalam wadah Posyandu di desa, dimana diharapkan dapat mencegah semaksimal mungkin munculnya penderita gangguan jiwa. “Saya mengapresiasi bahwa di tengah pandemi ada yang begitu perhatian kepada masyarakat mengingat dalam situasi sulit ini banyak yang strees karena tekanan ekonomi atau karena adanya trauma karena diskriminasi ataupun KDRT,” tandasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us