Travel Agent Kagumi Destinasi Wisata Buleleng Timur

Travel Agent Kagumi Destinasi Wisata  Buleleng Timur

Table Top yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng selama tiga hari (1-3 Desember 2021) lalu, betul-betul menjadi ajang untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Bali Utara itu. Budaya yang unik, alam yang indah, dan sejarah mengedukasi setiap yang berkunjung ke kota yang dulu menyandang sebagai Kota Sunda Kecil itu mampu memikat peserta table top itu. “Banyak travel agent yang tidak menyangka dengan keunggulan destinasi Buleleng,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos, M.Si, kemarin.

Table top ini mengundang sebanyak 20 travel agent yang memiliki homebase di Kota Denpasar. Kegiatan, diawali dengan mengajak para travel agent untuk menyaksikan destinasi Wiwanda Agrow yang ada di Desa Pancasari. Selanjutnya diperkenalkan destinasi di Desa Munduk event dengan wisata alam dan budaya serta pendukungnya yang sangat nyaman. Lalu, turun menuju Air Panas Banjar, sebuah destinasi yang mampu menarik wisatawn lokal dan domestik. Kemudian menuju Lovina dan malamnya mengikuti gala dinner sebagai ucapan selamat datang.

Pada hari kedua, sebanyak 20 travel agent sebagai buyer mengikuti kegiatan table top, bertemu langsung dengan 30 seller yang terdiri dari 24 merupakan pengelola hotel dan restoran dan 6 destinasi wisata. Metode yang dilakukan secara bergilir, yaitu satu seller itu mempunyai waktu 5 menit terhadap 20 buyer untuk menjual produknya kepada 1 buyer, sehingga 5 x 20 yang dibutuhkan waktu untuk menjual produknya. “Ini yang secara langsung, bagaimana 30 seller menawarkan produknya kepada 20 buyer,” ucap Gede Dody.

Disamping itu, proses table top juga digelar secara luar jaringan (luring) yang menghadirkan buyer dari luar Bali. Proses table top secara luring itu dilaksanakan melalui online, baik streaming dan langsung. Masing-masing seller memaparkan produknya 5 menit melalui streaming kepada buyer yang online. Peserta online ini dari luar Bali, seperti dari Kota Yogyakarta, Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. “Sorenya, para buyer itu kami perkenalkan pattern yang baru di wilayah timur tepatnya di Kecamatan Tejakula,” bebernya.

Di Buleleng kawasan timur itu, para travel agent itu diajak menyaksikan pertunjukan kesenian khas Wayang Wong Desa Tejakula sebagai warisan budaya dunia, sebuah pengakuan dari WHO. Disamping itu, juga memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keunikan lain yang dimiliki Desa Tejakula. “Apresiasi para travel agent sangat tinggi. Selama ini, mereka tidak tahu di wilayah kawasan wisata Air Sanih dari Desa Bukti hingga Desa Tembok berkembang pesat. Penyedia akomodasi yang ada di sana, menjual produk secara mandiri karena sudah mempunyai jejaring sampai luar negeri,” imbuhnya.

Para travel agent ini kemudian memberikan apresiasi, lalu mengatakan semua pattern yang memiliki kekhasan itulah yang dicari wisatawan Eropa dengan suasana tenang, damai, memiliki akar budaya yang kuat. Semua itu menjadi objek jualan baru bagi para travel agent. Sementara para seller memberi kesan sangat positif walau digelar di masa pandemi. Pengelola hotel dan fasilitas wisata lainnya itu berharap kegiatan seperti ini bisa digelar secara berkesinambungan sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan ke Buleleng. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us