Turunkan Angka Stunting di Tabanan, TPPS Bersinergi dengan Masyarakat

Turunkan Angka Stunting di Tabanan, TPPS Bersinergi dengan Masyarakat

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten, Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Tabanan yang digelar secara hybrid di Tabanan Command Centre, Kantor Bupati Tabanan, Kamis (28/4). Acara ini dihadiri Wakil Bupati, I Made Edi Wirawan Ketua DPRD Tabanan, Sekda, Inspektur, Kadis Kesehatan dan perwakilan Forkopimda, dan diikuti oleh seluruh OPD di lingkungan Setda Tabanan dan TP PKK Tabanan secara daring.

Permasalahan stunting masih mengancam kehidupan anak-anak di Indonesia khususnya di Tabanan. Sebagai suatu kondisi gagal tumbuh yang diakibatkan oleh faktor asupan gizi yang kurang, sanitasi yang buruk serta gaya hidup yang kurang sehat serta pengaruh faktor sosial ekonomi, menjadikan masalah stunting berpengaruh krusial terhadap kesehatan anak serta pertumbuhan generasi dan SDM di masa depan.

Masa pertumbuhan anak, sejak dalam kandungan ibu sampai dengan usia 2 tahun ialah waktu yang kritis dan perlu mendapatkan intervensi agar tercapainya optimalisasi pada tumbuh kembang anak. Meskipun bedasarkan hasil survey status gizi Indonesia tahun 2021, presentase balita stunting di kabupaten Tabanan sebesar 9,2%, dan lebih rendah dari target nasional yaitu 14% pada tahun 2024 mendatang. “Saya terus menekankan agar masyarakat tidak lengah dan tetap berusaha untuk menekan angka penurunan stunting menjadi lebih rendah lagi,” kata Bupati Sanjaya.

Bupati Tabanan, Sanjaya, sangat mengapresiasi adanya pengukuhan TPPS ini, sebab menjadi langkah awal menuju tercapaianya anak-anak Tabanan bebas stunting menuju generasi emas tahun 2045. Selain itu, ia juga menekankan agar pelaksanaan intervensi penurunan stunting harus terintegrasi.

Dengan dikukuhkannya Wakil Bupati, I Made Edi Wirawan, S.E sebagai ketua Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting di Tabanan, diharapkan seusai pengukuhan ini, seluruh anggota tim harus bergerak sesuai dengan program yang telah disusun dan giat adakan evaluasi secara berkala. “Pelaksanaannya akan bersifat lintas sektor dan bukan terpusan di salah satu institusi saja. Maka diperlukan komitmen antar instansi, lambaga dan masyarakat dalam pelaksanaan aksi penurunan stunting terintegrasi kabupaten Tabanan,” ungkapnya.

Pihaknya juga berpesan agar jangan ragu untuk meniru program inovasi yang berhasil dilaksanakan di Desa. “Ego sektoral harus dikikis habis generasi yang sehat, cerdas dan unggul adalah tanggung jawab kita semua, terlebih dalam visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan, menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), salah satunya adalah untuk mencapai jana kerthi,” pungkas Buapti Sanjaya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us