Tutup Tahun 2021, Okupansi The Lovina Bali hanya di 35%

Tutup Tahun 2021, Okupansi The Lovina Bali hanya di 35%

Libur tahun baru menjadi momen bagi pengelola hotel untuk menggaet para turis agar mau menginap dan tinggal di hotelnya. Maka tak heran, saat libur Natal hingga Tahun Baru 2022 okupansi hotel-hotel di Bali mengalami peningkatan. Walau jumlahnya tidak signifikan, namun ramainya kedatangan wisatawan domestik dalam beberapa waktu terakhir cukup memberi arti bagi pengelola hotel di Pulau Dewata ini. “Okupansi The Lovina Bali hanya 35% saat tutup tahun 2021 kemarin. Jumlah itu masih di bawah target, tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya di tahun 2021,” kata General Manager, Dwi Dharmawijaya, Selasa (4/1).

Membaiknya tingkat okupansi hotel-hotel di Bali, mungkin penyebabkan pelonggaran mobilitas perjalanan masyarakat Indonesia setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di The Lovina Bali, mulai terjadi peningkatan okupansi sejak tanggal 22 Desember 2021, selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Itu artinya libur Natal dan Tahun Baru masih menjadi moment yang baik untuk menarik kunjungan wisatawan ke Bali. “Tetapi, saat malam tahun baru kemarin, kami tidak membuat special event karena ada Surat Edaran (SE) Gubernur Bali,” imbuh salah satu pengurus BPC PHRI Buleleng ini.

Dwi Dharmawijaya lalu mengatakan, larangan menyelenggarakan perayaan tahun baru di area tertutup atau area terbuka termasuk arak-arakan, pesta petasan dan kembang api, itu berpengahruh terhadap kunjungan wisatawan. Pada umumnya, wisatawan yang berwisata itu ingin merayakan suasana tahun baru yang berbeda. “Wisatawan yang menginap di hotel kami sebagian besar berniat melakukan perayaan tahun baru di hotel bersama keluarga atau teman-temannya,” imbuhnya.

Pengurus DPC IHGMA Buleleng ini lalu memberikan gambaran kunjungan wisatawan setelah tahun baru yang masih sangat sepi. Itu karena masa liburan sudah habis, sehingga sekarang ini pihaknya hanya mengandalkan wisatawan domestic saja. Apalagi didukung faslitas yang ungul, seperti dua restaurant menjadi piihan, Spa, Gym, Kids Club, Kolam renang, Water activities, Shuttle service, bicycle, Morning Yoga, dan lainnya, dirinya yakin The Lovina Bali menjadi pilihan bagi wisatawan. “Di tahun 2022 ini, kami menawarkan staycation sambil melihat lumba-lumba, North Bali explore, dan lainnya,” imbuhnya.

Di masa pamdemi yang dibarengi dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) serta didukung faslitas unggul, pihaknya tetap berusaha agar The Lovina Bali tetap bertahan dan bisa menyapa para pelanggannya. Karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah agar membuat atau melanjutkan program-program sebelumnya, seperti Work From Bali, studi banding atau melakukan kunjungan bagi intansi pemerintah atau BUMN ke kabupaten-kabupaten yang ada di Bali. Hal ini akan menghidupkan hotel-hotel atau jenis akomodasi lainnya, serta restoran dan tempat makan juga objek wisata.

Dwi Dharmawijaya mengatakan, dirinya sangat mengerti tentang kondisi sekarang ini dimana dunia diancam adanya varian Omicron, sehingga syarat masuk ke Indonesia diperketat lagi dengan wajib karantina 10-14 hari. Karena itu, dirinya belum banyak berharap akan adanya wisatawan asing yang datang ke Bali dalam waktu dekat. “Akan tetapi, kalau nantinya virus omicron sudah melandai, besar harapan kami kepada pemerintah segera merevisi aturan-aturan, seperti memberlakukan visa on arrival (VOA), masa karantina di perpendek menjadi 1 hari, dan yang lainnya, sehingga ada harapan wisatawan asing berwisata ke Bali,” harap anggota BPPD Buleleng ini. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us