Urusan Vaksin dan Zona Hijau, Karangasem Jangan Dilewatkan

Urusan Vaksin dan Zona Hijau, Karangasem Jangan Dilewatkan

Wacana akan dibukanya pariwisata Bali pada Juni – Juli 2021 bagai secercah sinar mentari yang mampu membangkitkan semangat para pengusaha dan pelaku pariwisata di Pulau Dewata. Namun, sinar itu dirasakan meredup kembali, setelah kabar pasokan vaksinasi untuk warga Bali itu bermasalah, yakni adanya keterlambatan sekitar dua bulan. “Kesiapan dibukanya pariwisata bukan hanya dari kita saja. Pemerintah mesti siap untuk menurunkan vaksin ke seluruh wilayah Bali, dengan harapan mampu membangkitkan ekonomi bersama,” kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Karangasem, I Wayan Kariasa, Senin (12/4).

Situasi pandemi yang sudah berjalan hampir 14 bulan ini benar-benar mematikan kegiatan pariwisata, seperti hotel, restoran, objek wisata, travel agent, pokdarwis dan lainnya. Tetapi, dengan statement Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Bali, beberapa waktu lalu yang akan membuka pariwisata pada Juni – Juli memberi angin segar. “Mudah-mudahan ini bisa terwujud sesuai dengan harapan kita semua di sektor ekonomi pariwisata secara general, sehingga dapat memulihkan lebih cepat dari pada situasi ekonomi saat ini,” harapnya.

Penerapan Free Covid Corridor dari program Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah tentu menjadi langkah positif untuk kebangkitan pariwisata. Maka itu, pihaknya memohon kepada pemerintah pusat dan pemerintah provisi melalui pemerintah kabupaten untuk lebih mengoptimalkan dan mempercepat menurunkan kasus dengan menambah plot vaksinasi untuk para pekerja pariwisata, khususnya di Kabupaten Karangasem. “Untuk slot vaksinasi jangan hanya di tiga wilayah zona hijau saja, diluar wilayah itu juga perlu,” ungkap Kariasa yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangsem ini.

Sebut saja di Kabupaten Karangasem, semua pegawai, staff dan pelayan hotel, restoran, objek wisata, travel agent, pokdarwis dan lainnya itu sudah tervaksin, sehingga ketika wisatawan berkunjung akan merasa aman. “Kami pengelola dan pelaku pariwisata di Karangasem sudah tentu mempersiapkan diri dengan protokol kesehatan standar CHSE dari Kementrian Pariwisata dan menjalankan kehidupan tatanan Bali Era Baru ,” ucapnya.

Direktur Ashyana Candidasa Beach Resort ini menegaskan, perusahaan dan para pekerja pariwisata khususnya di Karangasem justru masih menunggu slot untuk vaksinasi. “Dengan begitu, tidak hanya destinasi yang masuk zona hijau, seperti Ubud, Sanur dan Nusa Dua yang diutamakan, tetapi juga di Karangsem yang memiliki banyak daya darik wisata terbaik untuk Bali. Wisatawan yang menginap di Ubud, Sanur, dan Nusa Dua akan merasa jenuh dan melakukan kunjungan ke Kerangasem. Untuk itu, kami memohon kepada pemerintah untuk menambah slot vaksinasi untuk para insan ekonomi pariwisata, karena itu dibutuhkan untuk menghidupkan ekonomi di Bali Timur,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan, General Manager Candi Beach Resort and Spa, Gede Widia. Dikatakannya, di masa pandemi ini kalau hanya mengandalkan market local dan wisatawan nusantara saja sangat berat untuk mencapai level business yang dibutuhkan untuk bisa menutupi biaya operational. “Kami berharap semua destinasi wisata di Bali dapat dibuka secara menyeluruh nantinya, namun program persiapan tiga destinasi zona hijau sudah bisa menjadi langkah awal yang bagus, sehingga patut didukung bersama. Berhasilnya program tahap awal ini, nantinya dapat meningkatkan kepercayaan pasar International, sehingga target pembukaan border bulan Juni – July dapat terlaksana. Semoga program vaksinasi berjalan lancar dan dapat tepenuhi target yang sudah ditetapkan, dan semoga pariwasata Bali segera bangkit kembali,” tutupnya berharap. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us