Vaksinasi Usia 6-11 Tahun Tinggal Tunggu Juknis

Vaksinasi Usia 6-11 Tahun Tinggal Tunggu Juknis

Setelah anak sekolah usia 12-17 tahun, lanjut usia (lansia) serta ibu hamil (bumil) kini pemerintah pusat menyasar anak sekolah usia 6-11 tahun untuk divasinasi Covid-19. Hal ini untuk memperluas rentang usia agar kekebalan komunal lebih cepat tercapat. Pemerintah sudah menetapkan Desember ini namun petunjuk teknisnya (juknis) belum turun.

Langkah untuk mencapai herd immunity pada 2022 ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Covid-19 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 (Nataru).

Salah satu pemerintah kabupaten yang kini tengah menunggu juknis adalah Badung.  Terkait program tersebut. Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra Minggu (12/12) mengatakan pihaknya telah mempersiapkan sarana penunjang dari kegiatan tersebut, baik ketersediaan vaksin, tenaga kesehatan, dan data penerima.

” Kami di Badung sudah siap. Artinya, dari ketersediaan vaksi dan SDM sudah ada, tinggal menunggu Juknis saja,” ungkapnya. Menurutnya, vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Badung kemungkinan baru dapat dilaksanakan awal tahun 2022. Mengingat hingga kini petunjuk teknis pelaksaan vaksinasi belum turun. Awal tahun 2022 baru bisa dilaksanakan, karena 2021 tinggal beberapa hari lagi. “Saya juga denger kabar akan bersamaan dengan vaksin boster,” ujarnya.Yang jelas, dalam konteks ini pihaknya akan terus berkomunikasi intens dengan pihak sekolah terutama dalam penerapan prokes agar jangan menimbulkan kluster baru apalagi di tengah munculnya varian baru Omicron. Tetap taan memakai masker saat di luar rumah, sering mencuci tangan dan jangan berkerumun.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Badung, dr. I Nyoman Gunarta mengatakan  pihaknya telah melakukan pendataan untuk vaksinasi anak umur 6 sampai 12 tahun yang secara nasional dimulai pada 24 Desember 2021 mendatang.

Dikatakan, anak yang berumur 6 tahun saat bulan Desember akan dimasukkan sebagai sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Sebaliknya, jika ada anak yang berusia lebih dari 11 tahun di bulan Desember, maka akan dimasukkan di kelompok vaksinasi usia 12-17 tahun. 

“Kami berkoordinasi dengan sekolah, perbekel, dan kepala lingkungan untuk melakukan validasi ulang sasaran ini. Kalau bulan ini masuk 12 tahun, kita sudah berikan vaksinasi terhadap anak tersebut,” jelasnya.

Validasi ini, kata birokrat asal Sibang Gede ini melibatkan faskes vaksinator dan tim vaksinasi lapangan dengan bekerjasama dengan aparatur kewilayahan. “Data ini masih terus bergerak. Makanya Desember kita lakukan validasi ulang sasaran.n. Validasi ini untuk mengetahui sebenar-benarnya penduduk ber-KTP Badung yang masuk dalam sasaran vaksinasi Covid-19,” terangnya.

Vaksinasi di Kabupaten Badung sebenarnya telah memenuhi target jika dilihat hanya berdasarkan angka di atas kertas. Namun, masih banyak warga yang tinggal di Badung dan belum tervaksin. Sehingga hal itu yang harus segera dituntaskan. Untuk mempercepat capaian pihaknya pun bekerjasama dengan berbagai stakeholder. Salah satunya, kerjasama dengan BIN, TNI dan Polri. 

Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Badung secara kumulatif hingga Sabtu (11/12) tercatat jumlah tervaksinasi pertama mencapai 483.684 orang atau 111,1 persen dari target 435.188 sasaran. Sedangkan, jumlah tervaksinasi lengkap 430.174 atau mencapai 98,8 persen dari 435.188 sasaran. Jumlah tervaksinasi ketiga mencapai 8.144 atau 147,2 persen dari target 5.533 sasaran.(BTN/pal)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us