Warga Urunan Pakan Monyet di Alas Kedaton

Warga Urunan Pakan Monyet di Alas Kedaton

Dalam suasana Hari Raya Galungan, Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton mendapatkan bantuan pakan monyet berupa layudan atau surudan (buah buahan, jajan serta makanan lain bagian dari sesaji yang telah dihaturkan) Galungan dari masyarakat sekitar. Jenisnya beragam, ada buah-buhan dan jaja (kue) hasil dari upacara, ada pula berupa ketela pohon dan lainnya. “Ide itu muncul saat ada rapat di Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Marga. Sebanyak 28 desa adat yang ada, semuanya merespon dengan baik. Sebab setelah Rainan Jagat Galungan tentu banyak ada layudan terbuang sia-sia maka lebih baik diberikan untuk pakan monyet di DTW Alas Kedaton,” kata Jero Bendesa Adat Kukuh, I Gusti Ngurah Artha Wijaya, Selasa (20/40.

Di samping itu, DTW Alas Kedaton terletak di Desa Kukuh, dan Desa Kukuh juga merupakan wilayah Kecamatan Marga, sehingga semua MDA menyetujui ide tersebut. Ide itu kemudian diimformasikan melaui Sosial Media (Sosmed). Ada pula disampaikan secara lisan melaui warga Desa Kukuh yang bekerja di luar daerah Tabanan. “Sebelum pandemi, memang biasa ada lembaga swadaya dan donatur yang menyumbangkan pakan monyet. Apalagi disaat pandemic, tentu lebih banyak lagi yang peduli terhadap kelangsungan monyet-monyet yang ada di Alas Kedaton,” imbuhnya.

Walau demikian, bantuan berupa pakan monyet juga datang dari luar Kecamatan Marga. Jenis sumbangan itu bervariasi, namun rata-rata berupa buah-buahan, ketela serta jagung. Ada pula yang menyumbangkan gabah. “Kemarin, pada 18 April 2021 yang menyumbangkan layudan Galungan dari Desa Adat Ole. Ada juga bantuan dari kelompok motor asal Petang yang menyumbangkan buah yang dibawa,” ungkapnya.

Sekarang ini biaya pakan monyet dalam kondisi minus, tetapi pihaknya tetap berupaya untuk memenuhi pakan monyet sebagai bentuk tanggung jawab. Desa Adat Kukuh, sebagai pengelola DTW memberikan pakan monyet setiap 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore untuk sekitar 2.000 ekor monyet. “Kami memberikan pakan monyet rata-rata 12 juta dalam sebulan. Semua biaya itu, dibantu oleh Lembaga Perkriditan Desa (LPD) Desa Adat Kukuh. Karena 20% keuntungan desa adat yang diberikan oleh LPD untuk pembanguanan itu, untuk sementara kita alihkan ke DTW Alas Kedaton untuk pakan monyet dan tukang kebersihan,” paparnya.

Walau pandemi Covid-19 masih mewabah dan kunjungan wisatawan belum juga bertambah, pihaknya akan tetap berusaha agar tetap memberikan pakan terhadap monyet-monyet di Alas Kedaton. Salah satunya dengan keuntungan LPD. “Jujur, pada waktu situasi normal, kami di Desa Kukuh ada dua pendapatan desa, yaitu LPD dan DTW. Nah, sekarang di DTW macet, maka berdasarkan paruman di desa kita putuskan dari 12 banjar adat beserta Prajuru Desa Pemasukan dari LPD digunakan samapai saat ini,” tutupnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us