“We Love Bali” Promosikan Kepariwisataan Pulau Seribu Pura

by -10 views

Jangan dianggap sepele. Implementasi penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) itu sangat penting. Hal itu untuk menunjukkan, bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan. “Program We Love Bali ini untuk mempromosikan kepariwisataan Pulau Seribu Pura yang kini terpuruk. Promosi itu dibarengi dengan kunjungan ke daya tarik wisata dan desa wisata,” kata Panitia We Love Bali dari Melali Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), Diah Permana, Minggu (15/11).

Kegiatan ini tidak sekadar berkunjung ke tempat-tempat wisata. We Love Bali yang berlangsung selama Oktober hingga November 2020 diikuti dengan sosialisasi protokol kesehatan bidang pariwisata itu. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, diantaranya dosen, guru, mahasiswa, ASN, karyawan perusahaan swasta, karyawan usaha wisata, Pokdarwis, komunitas hobi, fotografer, dan lainnya. “Peserta yang terlibat mendapatkan fasilitas berupa akomodasi selama dua malam di hotel atau homestay yang ditetapkan panitia, konsumsi, transportasi, tiket masuk daerah tujuan wisata, biaya tes cepat, dan perlengkapan lainnya,” paparnya.

Sebut saja program 12 trip Nusa Penida pada tanggal 13 – 15 November 2020 yang menyasar ke area Sanur, Nusa Penida, Nusa Lembongan dan kembali lagi ke Sanur. Para peserta mengeksplor Nusa Penida, sebuah pulau kecil yang berada di sebelah tenggara pulau Bali yang dipisahkan oleh selat Badung. Angel’s Billabong Nusa Penida, merupakan muara akhir dari sebuah sungai sebelum air sungai sampai ke lautan lepas. Fenomena alam yang mempesona ini menampilkan cerukan-cerukan kolam alami yang sangat indah dan memukau.

Angel’s Billabong Nusa Penida berciri khas sangat artistik dengan batuan karang berwarna hijau kekuningan dengan kejernihan air yang mengalir disini. Destinasi sungguh menawan hati. “Pada hari kedua program 12 trip Nusa Penida peserta menuju Nusa Lembongan untuk mengunjungi obyek pantai, seperti Diamond Beach, Atuh Beach, Raja Lima, Dream Beach Jembatan Kuning dan lainnya serta menginap di Nusa Lembongan. “Jadi, ada kombinasi menginap di Nusa Penida dan Lembongan,” imbuh Diah Permana.

Menurut Diah, di masa pandemi kesadaran akan kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan tentunya juga memerlukan dukungan dari masyarakat (komunitas), akademisi, pengusaha, dan media. Program We Love Bali yang telah diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu program pemulihan pariwisata, sekaligus edukasi mengenai CHSE di tempat wisata. “Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi terhadap penerapan protokol CHSE sebagai daya tarik wisata dan desa wisata, termasuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di hotel tempat menginap dan daerah tujuan wisata yang dikunjungi dengan mengisi form cek list CHSE,” sebutnya.

Anggota Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Bali, Ketut Jaman mengatakan, peserta juga mengunjungi wisata konservasi mangrove dengan pemandangan alam hutan mangrove Nusa Lembongan yang sedlikit berbeda dengan mangrove yang berada di wilayah Suwung, Denpasar, Bali. Di setiap destinasi, peserta dibekali kantong sampah dan mereka diwajibkan untuk memungut sampah plastik yang dijumpai di lokasi sebagai bentuk kepedulian dan pelestarian alam. “12 rute perjalanan disiapkan dalam program ini. Sejumlah trip sudah berlangsung sejak awal Oktober dan masih berjalan hingga November 2020,” ucapnya saat mendampingi panitia.

Disetiap daya tarik wisata akan dilibatkan UMKM sebagai penyedia suvenir yang akan dijual kepada para peserta. Program ini disebut sebagai upaya masif pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Bali Era Baru kepada masyarakat luar melalui media sosial peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan kesadaran terkait keselamatan dan keamanan di kalangan pelaku pariwisata di Pulau Dewata dalam melakukan kegiatan di tengah pandemi Covid-19. “Kita juga menyiapkan pariwisata Bali untuk menyambut wisman sejalan dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, dan meningkatkan ekonomi,” jelasnya. (BTN/bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *