Wihara Brahma Arama, Wisata Spiritual di Bali Utara

Wihara Brahma Arama, Wisata Spiritual di Bali Utara

Wihara Brahma Arama, Wisata Spiritual di Bali Utara

Wihara Brahma Arama yang terletak di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, tak hanya sebagai tempat bersembahyang bagi umat Budha, tetapi juga menjadi tujuan wisata bagi masyarakat local, ataupun masyarakat luar daerah dan luar negeri. Jika disimak dari fungsinya, wihara ini mungkin tak jauh beda dengan wihara-wihara lainnya. Tetapi, dari jenis bangunan, arsitektur serta hiasan lainnya wihara ini tergolong unik dan menarik.

Lokasinya juga menawarkan pemandangan yang sangat indah, yakni terletak di puncak bukit, sehingga wisatawan dapat melihat pemandangan pantai indah di belahan utara Wihara. Daerah sekitaranya juga kaya dengan tumbuhan, sehingga berada di kawasan tempat suci ini terasa tenang dan damai. Auranya juga terasa sangat positif. Lokasinya, sekitar 18 kilometer dari Kota Singaraja.

Wihara Brahma dikenal sebagai Wihara Budha Banjar. Wihara ini merupakan yang terbesar di Buleleng, bahkan di Pulau Dewata. Orang-orang tidak boleh semberangan masuk ke areal Wihara. Untuk bisa masuk, terdapat beberapa syarat yang wajib diikuti. Salah satunya adalah tidak diijinkan menggunakan rok pendek diatas lutut. Jika wisatawan tidak menggunakan pakaian yang kurang sopan, maka penjaga Wihara akan memberitahunya. “Penjaga Wihara menyediakan pakaian yang sesuai, dan bisa dipinjamkan kepada pengunjung untuk dapat masuk ke dalam Vihara,” kata Tenaga Tourist Information Service (TIS) Dinas Pariwisata Buleleng Ida Bagus Rai Suastika.

Daya Tarik Wisata (DTW) Spiritual ini sangat unik. Meskipun merupakan tempat ibadah agama Budha, bangunan Brahmavihara-Arama Buleleng tidak meninggalkan ciri arsitektur khas Bali. Di kawasan tersebut juga dibangun Borobudur mini yang sering dijadikan objek foto-foto para pengunjung Vihara. “Aanak-anak muda yang sering memanfaatkan untuk selfie. Foto selfie disini, sangat bindah karena memiliki latar yang menarik,” ujar pria yang sehari-harinya bertugas disana.

Desainnya, juga sangat menarik, sehingga selain sebagai tempat ibadah juga merupakan objek wisata yang selalu dikunjungi wisatawan. Jadi sambil beribadah sambil jalan-jalan atau lebih dikenal sebagai wisata spiritual. Umur Vihara ini tergolong tua, yang dibangun oleh Bante Girri Rakhito Mahatera. Berada di dataran tinggi, sehingga lingkungan alamnya masih sangat asri, sejuk, sepi dan tenang.

Jikia pandangan kita lempar sangat jauh, tampak pemandangan Pantai Lovina dengan birunya air laut. Orang-orang yang menyukai sipiritual, sering memanfaatkan lokasi Brahma Vihara Arama sebagai tempat meditasi. Terutama bagi mereka yang ingin mencari tempat untuk menyepi dan jauh dari keramaian kota. “Kata orang-orang yang datang ke sini, lokasi Vihara ini sangat sepi, tenang, sehingga sangat nyaman untuk melakukan kegiatan yang memerlukan konsentrasi,” lagi-lagi timpal Ida Bagus Rai Suastika. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us