Wisdom Wajib PCR, Hunian Hotel Anjlok Lagi

Wisdom Wajib PCR, Hunian Hotel Anjlok Lagi

Awal dibukanya pariwisata internasional untuk Bali, kunjungan wisatawan domestik (wisdom) mengalir ke pulau dewata, hingga berimbas pada isian kamar hotel. Namun, setelah ada kabar syarat terbaru penerbangan ke Pulau Dewata diperketat dengan aturan yang mewajibkan calon penumpang menyertakan hasil negatif uji tes Polymerase Chain Reaction (PCR), berdampak pada jumlah kunjungan wisdom. “Adanya berita memakai PCR, tingkat hunian mulai berkurang. Bahkan 1 reservasi pun tidak ada yang masuk. Padahal, sebelum adanya wacana tersebut, hampir 20 kamar reservasi masuk di hari yang sama,” kata General Manager Solaris Hotel Kuta, Eko Karang Haryanto, Senin (25/10).

Aturan yang mewajibkan calon penumpang menyertakan hasil negatif uji tes PCR sangat mengganggu hunian hotel yang sebelumnya sudah mulai membaik. Dulu, wisdom banyak datang karenakan syaratnya cukup dengan tes antigen, bahkan dengan biaya yang masih sangat terjangkau oleh para calon wisatawan. “Sekarang ini harus memakai PCR yang harganya hampir 500k per orang. Itu yang menjadi kendala para wisatawan yang ingin menikmati objek wisata di Pulau Seribu Pura ini,” ungkap pria yang aktif dalam organisasi keparwisataan ini.

Eko kemudian mencontohkan, kalau mau berlibur dua orang, maka uang yang harus mereka sisihkan untuk PCR sudah Rp 2 juta. Sebanyak Rp 1 juta untuk berangkat ke Bali dan Rp 1 juta lagi untuk pulang baliknya. Maka itu, kebijakan yang diterapkan pemerintah itu sangat memberatkan budget wisdom untuk berlibur. “Kami berharap agar kebijakan itu ditinjau kembali, cukup memakai tes antigen serta wajib vaksin dua kali. Namun, penerapan protokol kesehatran (prokes) dipantau ketat semua orang termasuk di hotel,” usulnya serius.

Untuk isian hotel oleh Wisatawan Mancanegara (Wisman), Eko mengaku belum ada karena belum adanya airline internasional yang datang ke Bali. Hal itu, juga disebabkan dengan adanya kebijakan karantina bagi wisman itu sendiri. Informasi yang diraih dari para travel agent di luar negeri, banyak tamu yang keberatan untuk dikarantina. “Saya mendapatkan informasi dari seseorang yang berkecimpung di dunia pariwisata (travel agent) yang punya relasi dari negara Norwegia. Menurut partnernya di Noway itu, agent-agent disana belum mau buat package untuk ke Bali dikarenakan adanya karantina,” ceritanya.

Melihat kondisi tersebut, sebagai pengelola Solaris Hotel Kuta akan tetap berjuang untuk bisa bertahan di masa tidak adanya kunjungan itu. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain dengan melakukan telemarketing dengan travel agent yang berada di luar Bali seperti Jogja, Surabaya da kota lain di Jawa. “Kami juga membuat paket-paket yang menarik khususnya untuk tamu lokal yang berada di Bali. Tamu lokal Bali sendiri masuk dalam 5 besar tinggal di Solaris Hotel Kuta. Maka itu, kami blast promo-promo via email dan semoga hasilnya cukup membantu untuk bisa meningkatkan occupancy hotel dan revenue,” tutupnya bersemangat. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us